Banten Nomor Satukan Kesehatan Masyarakat
Kamis, 12 Feb 2026, 21:50 WIBBANTEN â Kesehatan masyarakat tak boleh terbengkalai. Itulah konsep Pemprov Banten. Gubernur Banten Andra Soni mengajak sektor swasta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurut Andra, penambahan fasilitas layanan kesehatan oleh rumah sakit swasta, seperti Klinik Eksekutif Primaya Hospital di Kota Tangerang, menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperluas akses layanan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Keberadaan klinik eksekutif Rumah Sakit Primaya akan meningkatkan derajat pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Banten, khususnya Kota Tangerang," kata Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Kamis.
Ia menilai kehadiran klinik eksekutif tersebut dapat memperkaya pilihan layanan kesehatan, sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat modern yang menuntut kecepatan, kenyamanan, dan kepastian waktu.
Gubernur juga mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia agar pelayanan yang telah disiapkan dapat optimal dan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan secara menyeluruh.
Kolaborasi pemerintah dan swasta di sektor kesehatan tersebut diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas medis berkualitas, serta mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan di Banten, kata dia.
CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali mengatakan pengembangan klinik eksekutif merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dari sisi infrastruktur tetapi juga pengalaman pasien.
"Bukan hanya meningkatkan sarana kesehatan tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya. Sementara itu, Direktur Primaya Hospital Tangerang dr Putri Syam menjelaskan poliklinik eksekutif mengusung konsep one stop service dengan waktu tunggu singkat, ruang konsultasi personal, sistem janji bertemu fleksibel, serta akses prioritas ke dokter spesialis dan fasilitas diagnostik dalam satu area terintegrasi. "Poliklinik eksekutif merupakan upaya Primaya Hospital mengakomodasi dinamika masyarakat urban yang menuntut layanan kesehatan cepat, nyaman dan personal," kata Putri.
Serang Pulihkan Pascabencana
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten bersiap melaksanakan kegiatan tahap pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Kamis, menjelaskan kondisi di 92 desa tersebar di 28 kecamatan terdampak bencana saat ini telah normal. Seluruh pengungsi yang sebelumnya mencapai 4.024 jiwa dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Saat ini kami sedang menyiapkan transisi dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Fokus utama kami adalah melakukan kajian mendalam terkait kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga," ujar dia.
Berdasarkan laporan per 12 Februari 2026, total warga terdampak bencana mencapai 40.115 jiwa atau 12.046 kepala keluarga (KK). Bencana yang meliputi banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah ini mengakibatkan 10.113 rumah terdampak serta kerusakan 42 fasilitas sosial dan umum.
Ajat menjelaskan, rencana tindak lanjut dalam waktu dekat yakni menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk membahas rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Program Kesehatan Pemerintah Harus Terapkan Pendekatan Health Belief Model
-
Polisi Didesak Segera Tetapkan Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kasus Ponpes Al Khoziny
-
Bogor Sepertinya Banyak Uang, Siapkan Jalan Khusus Truk Tambang Rp100 Miliar
-
DPR dan Jampidsus Kejagung Gelar Rapat Bahas Korupsi Pertamina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.