Program Kesehatan Pemerintah Harus Terapkan Pendekatan Health Belief Model
Kamis, 29 Mei 2025, 12:45 WIBJAKARTA â Saat ini sedang menggencarkan berbagai program Kesehatan seperti Cek Kesehatan Gratis, Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), screening PTM (penyakit tidak menular), program makanan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah, serta pencegahan stunting. Namun di Tengah upaya tersebut, ditemukan satu akar masalah utama yaitu keyakinan masyarakat terhadap kesehatan itu sendiri.
Hasil riset yang dilakukan Peneliti Kedokteran Komunitas, Dr. Ray Wagiu Basrowi menunjukkan bahwa sejumlah penelitian perilaku kesehatan merekomendasikan penerapan intervensi pada pemaknaan kesehatan atau Health Belief Model dapat membantu efektivitas program kesehatan.
Health Belief Model (HBM) atau Model Keyakinan Kesehatan adalah salah satu teori psikologi yang digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi perilaku individu terkait kesehatan. Model ini dikembangkan pada tahun 1950-an oleh para psikolog sosial di U.S. Public Health Service, dan masih banyak digunakan hingga sekarang dalam bidang promosi kesehatan, edukasi kesehatan, dan intervensi perilaku.
Dalam laporan penelitian yang dituangkan dalam buku terbaru berjudul Sehat Setengah Hati - Interpretasi Paradoks Health Belief Model, sang penulis, Ray Wagiu Basrowi, menyampaikan, sebesar apapun usaha yang dilakukan akan sia-sia jika Masyarakat tidak merasa rentan, tidak yakin dengan manfaat yang akan didapat.
âSebesar apa pun investasi negara dalam bidang kesehatan akan sia-sia bila masyarakat tidak merasa rentan, tidak yakin terhadap manfaatnya, atau terus merasa âmasih muda, masih sehat, belum perlu periksa.â Inilah mengapa Health Belief Model perlu diintegrasikan ke dalam setiap strategi komunikasi dan implementasi program Kesehatan,â dalam peluncuran buku tersebut di Jakarta pada hari Kamis (28/5) di Jakarta.
Menurut Ray, Health Belief Model (HBM) yang telah digunakan secara global sejak lama menekankan enam dimensi psikologis: perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self efficacy atau kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, hambatan yang dirasakan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri.
âBuku ini menguraikan bagaimana faktor-faktor tersebut gagal dijawab dalam berbagai program preventif, mulai dari vaksinasi, pemeriksaan gula darah, hingga gaya hidup sehat,â kata Ray.
HBM yang disampaikan lewat buku ini relevan dengan Program Kesehatan Saat Ini. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Deteksi Dini PTM akan lebih efektif namun sayangnya banyak masyarakat merasa âbelum perluâ karena tidak merasakan gejala.
Ditemui di tempat yang sama, Nila F Moeloek, Menteri Kesehatan RI 2014-2019 yang menjadi narasumber pada peluncuran buku ini menjelaskan bahwa konsep HBM yang dituangkan dalam buku ini sangat penting untuk disimak pengambil kebijakan. Efektivitas program kesehatan nasional dapat meningkat dengan adanya intervensi strategis.
âKarena ini adalah intervensi strategis yang dapat meningkatkan efektivitas program kesehatan nasional yang telah terbukti ilmiah,â ujar Nila Moeloek.
Sementara figur publik dan pemengaruh kesehatan, Rory Asyari menegaskan konsep HBM sangat penting agar para influencer dan praktisi kesehatan seperti dirinya juga terbantu dalam mengedukasi masyarakat. Â âPesan kesehatan yang memasukkan konsep ini dapat memastikan edukasi tepat sasaran dan sesuai konteks,â ujar dia.
Melalui buku tersebut, Ray yang merupakan Pendiri Health Collaborative Center (HCC) ini mengajak Kementerian Kesehatan dan semua pemangku kepentingan untuk Mengintegrasikan pendekatan Health Belief Model dalam desain, pelatihan kader, dan strategi komunikasi perubahan perilaku. Ia  juga menambahkan perlu membuat indikator âkepercayaan dan makna sehatâ sebagai bagian dari evaluasi program nasional.
- Program Kesehatan
- Ray Wagiu Basrowi
- Health Belief Model
- pendekatan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Genap 50 Tahun, Summarecon Persembahkan Ruang Ekshibisi Summarecon Discovery
-
DPR dan Jampidsus Kejagung Gelar Rapat Bahas Korupsi Pertamina
-
Polisi Didesak Segera Tetapkan Siapa yang Bertanggung Jawab atas Kasus Ponpes Al Khoziny
-
Bogor Sepertinya Banyak Uang, Siapkan Jalan Khusus Truk Tambang Rp100 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.