Transisi Energi Dimulai: ESDM Siap Uji Jalan Kendaraan Hidrogen Juli 2026
Selasa, 10 Feb 2026, 20:40 WIBJAKARTA â Konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi berbasis hidrogen merepresentasikan langkah transisi energi yang pragmatis, karena memanfaatkan aset kendaraan yang sudah ada tanpa harus menunggu penetrasi penuh kendaraan listrik atau hidrogen baru.
Dari sisi lingkungan, teknologi ini berpotensi menekan emisi karbon dan polutan udara secara signifikan, terutama di sektor transportasi yang selama ini menjadi penyumbang emisi besar di perkotaan.
Namun secara ekonomi, adopsinya masih menghadapi tantangan biaya konversi, kesiapan infrastruktur pengisian hidrogen, serta skala produksi yang belum efisien.
Tanpa dukungan kebijakan insentif dan ekosistem industri yang matang, kendaraan hidrogen hasil konversi berisiko hanya menjadi proyek percontohan.
Meski demikian, jika dikembangkan serius, pendekatan ini dapat mempercepat dekarbonisasi transportasi sekaligus membuka peluang industri baru berbasis energi bersih dalam negeri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji jalan (road test) kendaraan berbasis hidrogen, seperti bus, mobil dan sepeda motor hasil konversi pada Juli sebagai bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
âAcara ini (GHES) juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive,â ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika membuka GHES secara virtual yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa (10/2).
Yuliot menyampaikan rangkaian gelaran tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meyakinkan para pemangku kepentingan ihwal pengembangan industri hidrogen di Indonesia.
Keinginan pemerintah untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia melebihi penggunaan hidrogen di industri pupuk. Yuliot mengatakan ingin ekosistem hidrogen di Indonesia merambah sektor transportasi.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, dengan proyeksi kontribusi hidrogen sekitar 10â12 persen terhadap energi primer nasional pada tahun 2060.
Saat ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih didominasi sektor industri pupuk dan kilang minyak, dengan konsumsi nasional sekitar 1,75 juta ton per tahun.
Dengan demikian, penyelenggaraan GHES 2026 diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat.
Hydrogen road test direncanakan dilaksanakan pada 23 Juli sebagai bagian dari rangkaian GHES 2026, meliputi uji coba kendaraan berbasis hidrogen seperti bus, mobil, dan sepeda motor hasil konversi, yang menempuh rute SudirmanâThamrin.
âTentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem,â ujar Yuliot.
- kendaraan hidrogen
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.