Blok M Hub Akan Direplikasi di Sejumlah Titik yang Terintegrasi
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 04:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta/Paundra
JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jakarta menjadikan Blok M Hub sebagai model pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang akan direplikasi di sejumlah titik strategis Ibu Kota dalam lima tahun ke depan. Konsep ini diposisikan sebagai bagian dari strategi penataan kota berbasis transportasi massal, ruang publik, dan aktivitas ekonomi yang saling terintegrasi.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan Blok M Hub merupakan kawasan antara yang saat ini difungsikan sebagai ruang publik sebelum pengembangan lanjutan berskala lebih besar dilakukan. Pengembangan tahap berikutnya diproyeksikan terealisasi dalam satu hingga dua tahun mendatang sebagai bagian dari rencana jangka panjang MRT Jakarta.
“Blok M Hub ini kami siapkan sebagai kawasan antara yang bisa langsung dimanfaatkan publik. Ke depan akan ada pengembangan lanjutan yang lebih excellent dan terintegrasi,” ujar Tuhiyat.
Menurut Tuhiyat, pengembangan kawasan sekitar stasiun menjadi bagian penting dari transformasi MRT Jakarta, tidak hanya sebagai operator transportasi massal, tetapi juga sebagai pengelola simpul aktivitas perkotaan. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep TOD yang menempatkan stasiun sebagai pusat mobilitas sekaligus pusat kegiatan sosial dan ekonomi.
Tak Terelakkan
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemprov Jakarta menilai pengembangan TOD merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan di tengah kepadatan penduduk dan tingginya pergerakan warga. Ketua Bidang Komunikasi Sosial Staf Khusus Gubernur Jakarta Chico Hakim menyebut TOD menjadi solusi untuk memastikan mobilitas warga tetap nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
“TOD adalah suatu sistem yang sudah tidak bisa dihindari. Bagaimana masyarakat bisa bermobilitas dengan nyaman tanpa harus memikirkan kelanjutan transportasi setelah sampai di tujuan,” kata Chico.
Ia menegaskan, pengembangan TOD tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah atau BUMD semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk menghadirkan layanan kota yang optimal sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam rencana detail tata ruang Jakarta, Pemprov telah menetapkan sejumlah kawasan TOD yang tengah dan akan dikembangkan. Selain Blok M, kawasan yang masuk dalam perencanaan antara lain Lebak Bulus, Fatmawati, Dukuh Atas, Bundaran HI, Harmoni, serta Kota Tua yang ditargetkan rampung pada 2029. Kawasan Cawang Hub dan Pasar Baru juga masuk dalam tahap persiapan.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga mengatakan pengembangan TOD tersebut diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, tidak terpusat di satu kawasan saja.
“Harapannya, TOD bisa berkembang di utara, selatan, timur, dan barat. Tidak hanya Blok M, tetapi juga Pasar Baru di pusat kota, Kota Tua di utara, Cawang di timur, dan kawasan lain,” ujar Nirwono.
Sebagai bagian dari pengembangan Blok M Hub, MRT Jakarta menggandeng GoTo Group untuk mendukung aktivasi kawasan. Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan ruang iklan, penyelenggaraan kegiatan publik, hingga integrasi layanan transportasi dan ekonomi digital.
Direktur Utama dan CEO GoTo Group Hans Patuwo menyatakan Blok M merupakan kawasan strategis bagi perusahaannya, mengingat kantor pusat GoTo berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Menurut Hans, kolaborasi dengan Pemprovdan MRT Jakarta menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya kawasan kota yang hidup dan saling terhubung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!