Sawah 21.014 Hektare Dipanen, Lebak Unjuk Gigi Jaga Ketersediaan Pangan
Senin, 09 Feb 2026, 19:44 WIBLEBAK â Kabar baik datang dari Kabupaten Lebak, Banten. Para petani setempat mulai panen padi di lahan seluas 21.014 hektare sepanjang Februari hingga Maret 2026.
Panen raya ini bukan cuma jadi penopang stok pangan daerah, tapi juga memberi angin segar bagi ekonomi warga.
Dengan hasil yang cukup melimpah, harapannya kesejahteraan petani ikut meningkat sekaligus menjaga pasokan beras tetap aman di tengah kebutuhan masyarakat yang terus naik.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Senin (9/2), mengatakan panen padi di daerah ini dipastikan mampu menyumbang untuk ketersediaan pangan nasional, karena dipasok berbentuk beras ke Pasar Cipinang Jakarta, Bogor, Tangerang hingga Lampung.
Panen padi Februari sampai Maret 2026 mencapai 21.014 hektare dari tanam Desember 2025-Januari 2026 dengan masa panen 100-110 hari setelah tanam.
"Kami minta petani yang sudah panen agar kembali melakukan gerakan percepatan tanam guna mendukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Menurut dia, panen padi awal tahun 2026 menguntungkan petani, karena harga gabah basah atau gabah kering pungut (GKP) mencapai Rp7.000 per kilogram (kg) di atas Harga Patokan Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.
Kenaikan GKP itu, kata dia, dampak melonjaknya harga beras dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kg.
"Kami meyakini kenaikan GKP itu dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dengan meraup keuntungan jutaan rupiah," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana.
Dia mengatakan, pihaknya merasa senang karena hasil panen kini harga GKP relatif baik hingga menembus Rp7.000 per kg.
Para petani di sini panen awal 2026 dengan produktivitas GKP rata-rata 6 ton per hektare.
Sedangkan, petani di wilayahnya sebanyak 200 orang dengan lahan sawah baku seluas 250 hektare dan dipastikan bisa menghasilkan uang Rp42 juta/hektare jika harga GKP Rp7.000/kg dengan produktivitas 6 ton/hektare.
"Saya kira pendapatan Rp42 juta itu dipotong biaya pengelolaan produksi Rp12 juta, sehingga petani bisa meraup keuntungan Rp30 juta/hektare," katanya.
Misbah (60) seorang petani Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku, dirinya bersyukur panen padi bisa menjual 6 ton GKP dengan harga Rp7.000/kg, sehingga bisa menghasilkan uang Rp42 juta/hektare.
"Kami panen padi cukup baik tahun ini tanpa terserang hama dibandingkan tahun lalu hanya pulang modal," kata Misbah.
Sementara itu, Enjang (60) pemilik penggilingan Warunggunung Kabupaten Lebak mengatakan, pihaknya menampung gabah basah dari petani dengan harga Rp7.000 per kg dari sebelumnya Rp6.500 per kg.
"Kami sendiri memasok beras dengan harga Rp13.500 per kg hingga 30 ton per bulan ke Pasar Tradisional Rangkasbitung dan Maja," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Marcos Sugiyama Tangani Voli Putri SEA Games
-
Gas Pol Jendral, 82,2% Warga Jatim Puas Kinerja Prabowo Selama Setahun, MBG Jadi Favorit,
-
Isu Bias di McLaren: Oscar Piastri Jadi Korban Teori Konspirasi Saat Perebutan Gelar Makin Sengit
-
Trump Beri Korea Selatan Lampu Hijau untuk Membangun Kapal Selam Nuklir
-
Pemotongan Anggaran Pemda, Cilacap Pilih Langkah Tak Biasa: Efisiensi dan WFH ASN!
-
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Lampung Selatan Capai 493 Sepanjang 2025
-
Atlet Ponorogo Peraih Medali Porprov IX Menerima Bonus Rp748 juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.