Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Titiek Soeharto: Impor Kebanyakan, Saatnya Pangan untuk Rakyat

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Titiek Soeharto: Impor Kebanyakan, Saatnya Pangan untuk Rakyat Doc: Antara
Ket. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto menjawab pertanyaan awak media di sela Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2).

Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto mendorong Indonesia memperluas swasembada pangan tidak hanya beras dan jagung, tetapi juga komoditas strategis lain, seperti bawang putih hingga kedelai.

"Saya mendorong untuk swasembada bawang putih sama kedelai," kata Titiek saat ditemui setelah menghadiri Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2).

Ia menyampaikan harapan agar ke depan Indonesia mampu mencapai swasembada gula, garam, kedelai, bawang putih, serta berbagai jenis bawang yang selama ini masih dipenuhi dari pasokan luar negeri.

Menurutnya, penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor pangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil pertanian nasional secara berkelanjutan dan merata.

Ia menekankan upaya mengurangi impor kedelai harus dimulai dari peningkatan penanaman di dalam negeri, sehingga pasokan bahan baku pangan seperti tempe dapat dipenuhi dari produksi petani Indonesia.

Dia menegaskan pengalaman kegagalan dalam budi daya kedelai tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti, melainkan harus menjadi pelajaran agar penanaman terus diulang dan diperbaiki melalui pendampingan serta penelitian.

"(Jika) pernah gagal, jangan gagal terus berhenti, harus diulang lagi. Kita banyak akademisi dari universitas yang bisa menemukan. Enggak perlu kita bibit impor, yang lokal aja, karena sesuai dengan iklim Indonesia," ujarnya.

Titiek menyebut banyak akademisi dari berbagai universitas telah meneliti dan menemukan bibit kedelai unggul yang sesuai dengan kondisi iklim Indonesia, sehingga tidak selalu bergantung pada bibit impor.

Ia menilai penelitian sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan budi daya, termasuk perbedaan karakteristik tanah di berbagai daerah, sehingga produksi kedelai nasional dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.

Terkait target waktu swasembada komoditas selain beras itu, Titiek berharap pencapaiannya dapat dilakukan secepat mungkin, terutama untuk bawang putih dan kedelai yang tingkat impornya tergolong tinggi.

Ia menegaskan upaya mempercepat swasembada pangan harus diarahkan untuk kepentingan rakyat, melalui peningkatan produksi dalam negeri, penguatan penelitian, serta kerja bersama antara pemerintah, petani, dan akademisi.

"Terutama bawang putih ya, impornya banyaki, yang menikmati impor-impor tuh kemarin udah kebanyakan. Jadi, udah sekarang kita bener-bener kerja untuk rakyat," kata Titiek.

Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025, yang diumumkan langsung Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Di tahun 2025, Indonesia mampu memasok kebutuhan dalam negeri tanpa ada importasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.