Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puti Guntur: Naluri Perjuangan Fatmawati Menjahit Merah Putih

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puti Guntur: Naluri Perjuangan Fatmawati Menjahit Merah Putih Doc: Antara
Ket. Cucu Presiden pertama RI Soekarno bersama Fatmawati, Puti Guntur Soekarno (kanan), dalam acara peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/2).

Jakarta - Cucu Presiden pertama RI Soekarno bersama Fatmawati, Puti Guntur Soekarno, membagikan kisah sisi humanis sang nenek yang mungkin belum diketahui banyak orang.

“Saya, Mas Romy, Mas Dade, sampai hari ini masih bisa merasakan kehangatan cinta dari Ibu Fatmawati. Cinta yang sederhana dari seorang ibu, melalui masakannya," ujar Puti dalam acara peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/2).

Puti menceritakan Fatmawati gemar memasak makanan khas Bengkulu untuk anak dan cucunya.

Selain itu, kata dia, sang nenek kerap memasak rendang maupun mengulek sambal sendiri meski Soekarno sudah tiada dan anak-anaknya telah dewasa.

"Walaupun ayah saya (Guntur) sudah menikah, walaupun Pakde Guruh sudah besar, ketika kami berkumpul, pasti dengan penuh cinta kasih Ibu Fatmawati menyuapkan makanan-makanan itu ke mulut putra-putrinya. Itu juga yang kami (cucu-cucu) rasakan," kenangnya.

Pada kesempatan itu, Puti menceritakan kisah lain ketika Fatmawati menerima dua helai kain merah dan putih dari perwira Jepang pada Oktober 1944. Saat itu, Fatmawati sedang hamil tua mengandung Guntur Soekarnoputra.

"Bahan merah dan putih itu tidak ada yang tahu, bahkan Ibu Fatmawati sendiri tidak mengerti harus diapakan. Karena sedang mengandung, maka pikirannya mungkin, dari perwira yang memberikan bahan itu, ini adalah untuk dibuat popok bayi," cerita Puti.

Namun, kata Puti, naluri perjuangan Fatmawati sebagai istri seorang pejuang kemerdekaan mengubah kain tersebut menjadi simbol kedaulatan.

Tanpa bertanya apakah suaminya akan menjadi presiden atau dirinya menjadi ibu negara, Fatmawati menjahit bendera itu dengan tangan, di tengah kondisi hamil besar dan ancaman tentara Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.