Khofifah: Selama 1 Abad NU Konsisten Bangun Peradaban Bangsa
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 20:15 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jatim
MALANG, JAWA TIMUR - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai selama satu abad Nahdlatul Ulama menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam pembangunan peradaban bangsa.
Khofifah seusai pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2), mengatakan organisasi yang berdiri pada 1926 itu memiliki peran sentral pembangunan bangsa, salah satunya melalui sektor pendidikan pesantren.
"Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama," kata Khofifah.
Pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama tidak hanya fokus pada keilmuan dan keagamaan, tetapi mencakup upaya membentuk karakter anak bangsa yang tangguh dan bertoleransi.
Oleh karena itu, organisasi tersebut kini telah tumbuh menjadi rumah besar umat yang memberdayakan dan mengayomi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semangat Islam moderasi yang terus dirawat NU dinilainya menjadi perekat dalam keberagaman Indonesia.
"Nahdlatul Ulama terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin," ucap dia.
Khofifah mengemukakan pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang mengacu pada perhitungan kalender masehi mampu menjadikan organisasi itu memasuki fase penting dalam merawat dan melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Nahdlatul Ulama menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan agenda 1 Abad Nahdlatul Ulama bisa berjalan sukses lantaran dukungan dari banyak pihak, seperti Muhammadiyah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat lintas agama.
Gus Kikin mencontohkan pengurus Muhammadiyah di Kota Malang menyiapkan sebanyak 10 ribu porsi makanan bagi para peserta Mujahadah Kubro.
Lalu, banyak sekolah di sekitaran Stadion Gajayana menyediakan ruang untuk kebutuhan transit para peserta.
"Para pengurus gereja juga membuka pintu dan menyediakan fasilitasnya bagi warga NU. Bahkan dengan penuh arif dan toleran menggeser waktu kebaktian dari jadwal seharusnya," ujar dia.
Gus Kikin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu kesuksesan acara, sekaligus menunjukkan semangat gotong royong dan toleransi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!