Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modus Suntik Gas Subsidi ke Non Subsidi, Pelaku di Tanjung Priok Meraup Untung

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 23:10 WIB | Oleh:
Modus Suntik Gas Subsidi ke Non Subsidi, Pelaku di Tanjung Priok Meraup Untung Doc: Antara Foto
Ket. Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar sebuah toko bangunan di Jalan Haji Nawi, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (3/11/2023). Penyebab kebakaran diduga akibat ledakan tabung gas yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.

Para pelaku pengoplosan gas bersubsidi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapatkan keuntungan besar pada aksi penyuntikan gas dari gas bersubsidi ke gas non subsidi.

“Praktik ini memberikan keuntungan fantastis bagi para pelaku secara instan dari penjualan barang tersebut tanpa menyadari bahaya yang dilakukan akibat aksi tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil patroli siber oleh Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Petugas menemukan aktivitas penjualan gas portabel bermerek "Tokai" di platform toko online (e-commerce) dengan kondisi fisik tabung yang mencurigakan atau dalam bentuk bekas.

Ia mengatakan, penelusuran digital ini kemudian mengarah pada penggerebekan lokasi produksi di Bogor dan pengembangan di wilayah Jakarta Utara (Jakut).

​Para pelaku melakukan praktik penyuntikan atau pemindahan isi gas dari tabung subsidi 3 kilogram (kg) ke tabung non subsidi dengan berat 5,5 kg dan 12 kg.

“Selain itu gas juga disuntik ke tabung gas portabel menggunakan alat suntik rakitan berupa pipa besi,” kata dia.

Di Jakut, petugas menangkap empat tersangka dalam dua tahap. Polisi menemukan aktivitas pengoplosan gas ke tabung 12 kg serta menyita kendaraan pengangkut (mobil bak) yang digunakan untuk distribusi.

Sementara untuk lokasi di Bogor, petugas menangkap satu pelaku berinisial S serta ratusan paket gas portabel siap kirim yang dikemas menggunakan plastik hitam dan kardus untuk mengelabui pembeli online.

Pada pengoplosan dan pemindahan gas ke tabung 12 jg, pelaku membeli gas subsidi seharga Rp19.000 hingga Rp 21.000, lalu menjual tabung hasil suntikan seharga Rp200.000-Rp 220.000 per tabung.

"Keuntungan bersih mencapai Rp130.000 per tabung," kata dia.

Untuk pengoplosan ke gas portable, satu tabung subsidi 3 kg dapat menghasilkan 10 tabung portabel. Dengan harga jual Rp11.000 per unit, pelaku meraup untung Rp90.000 untuk tabung melon.

Sedangkan untuk volume produksi dalam sebulan, sindikat ini rata-rata menghabiskan sedikitnya 180 tabung subsidi 3 kg.

Polisi menyita 2.301 unit tabung gas yang terdiri ​dari 1.146 tabung gas LPG 3 kg bersubsidi. Kemudian ​925 unit tabung gas portable merek "Tokai" ilegal serta ​224 unit tabung gas non subsidi 12 jg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

40 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.