Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asal Mula Nama Virus Nipah yang Merebak di India

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 12:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asal Mula Nama Virus Nipah yang Merebak di India Doc: RS Pertamina
Ket. Ilustrasi Virus Nipah

JAKARTA - Adjunct Professor Griffith University Prof. Tjandra Yoga Aditama menceritakan asal nama penyakit virus nipah yang kini ramai diperbincangkan masyarakat.

“Kita dan juga dunia mengikuti dengan waspada perkembangan penyakit akibat Virus Nipah, yang pada saat ini kasusnya ada di India. Tentu nama virus ini, Nipah, bukanlah bahasa India, ini adalah bahasa Melayu yang kita kenal bersama,” kata Prof. Tjandra dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Prof Tjandra mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologinya secara lengkap, klaster kumpulan kasus dari virus itu sebenarnya bermula pada di akhir September 1998 di dekat kota Ipoh negara bagian Perak.

Sesudah itu, klaster kelompok kasus kedua terjadi dekat kota Sikamat di negara bagian Negri Sembilan pada Desember 1998 dan Januari 1999. Pada waktu klaster pertama dan kedua ini penyakitnya belum dikenal, bahkan mulanya diduga sebagai sebagai penyakit “Japanese Encephalitis (JE)”.

Penyakit ini tadinya diduga sebagai penyakit Hendra, dan ini sesuai dengan tulisan di jurnal ilmiah Morbidity Mortality Weekly Report (MMWR) berjudul “Outbreak of Hendra-Like Virus—Malaysia and Singapore, 1998–1999” yang terbit pada bulan April 1999.

Sampai kemudian terjadi klaster ketiga, di mana waktu itu menjadi wabah yang paling besar, di kampung Sungai Nipah dan Bukit Pelandok dan sekitarnya, daerah Port Dickson di negara bagian Negeri Sembilan yang bermula pada bulan Desember tahun 1998.

Kampung Sungai Nipah kemudian terkena lockdown oleh pemerintah setempat. Dari data di kampung Sungai Nipah inilah kemudian dilakukan penelitian mendalam dan sampai pada kesimpulan bahwa penyakit baru ini disebabkan oleh virus baru, yang diberi nama virus Nipah.

“Buku Nipah Virus Infection terbitan WHO Southeast Asia Regional Office (SEARO) tahun 2008 juga menyebutkan bahwa penamaan virus ini menunjukkan pada desa di Malaysia di mana virus ini resmi ditemukan ,” ujar Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Mantan Kabalitbangkes itu melanjutkan bahwa awal mulanya penyakit itu diduga adalah Japanese Encephalitis (JE) karena memang pasiennya mengalami radang otak atau ensefalitis, baik kasus JE maupun kasus virus Nipah.

Penyakit ini awalnya diduga penyakit Hendra karena memang gejalanya mirip dan asal usul virusnya berdekatan, dan akhirnya virus nipah bersama-sama dengan virus Hendra (Hev) membentuk gen virus baru yang diberi nama Henipavirus (Hendra + Nipah), yang termasuk dalam familia virus Paramyxoviridae.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.