Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sulbar Pakai Aplikasi Listrik Mandiri, Warga Miskin Jadi Prioritas Energi

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sulbar Pakai Aplikasi Listrik Mandiri, Warga Miskin Jadi Prioritas Energi Doc: ANTARA/ Abriawan Abhe)
Ket. Arsip foto. Pegawai PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak pascagempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

MAMUJU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat lagi tancap gas bikin aplikasi ketenagalistrikan mandiri.

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: mempermudah pelaksanaan program listrik gratis buat masyarakat miskin dan kurang mampu.

Lewat aplikasi ini, pendataan penerima, pemantauan sambungan listrik, sampai evaluasi program bisa dilakukan lebih cepat dan transparan.

Harapannya, bantuan listrik tepat sasaran, prosesnya nggak ribet, dan warga yang selama ini kesulitan akses energi bisa segera menikmati listrik secara layak—biar kebutuhan dasar terpenuhi, aktivitas makin lancar, dan kualitas hidup ikut naik.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulbar Qamaruddin Kamil di Mamuju, Rabu, mengatakan pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri itu dirancang bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Sulbar

"Pengembangan ini merupakan tindak lanjut rencana inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam mendukung program listrik gratis," kata Qamaruddin.

Aplikasi tersebut, kata dia, dirancang untuk mempermudah proses pengusulan dan perencanaan program, verifikasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS), monitoring distribusi bantuan listrik gratis, serta perhitungan Rasio Elektrifikasi (RE) secara real time di seluruh wilayah Sulbar.

Qamaruddin menyampaikan bahwa hingga saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulbar telah telah mencapai 90,97 persen.

Namun Qamaruddin mengakui, masih terdapat sekitar sembilan persen atau sekitar 36.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik PLN, dan masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga atau menggunakan pembangkit listrik mandiri.

"Jadi, masih ada sekitar 36.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik PLN, dan masih bergantung pada sambungan listrik tetangga atau menggunakan pembangkit listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar Bujaeramy Hassan menyatakan, pihaknya senantiasa mendorong seluruh bidang di lingkungan Dinas ESDM Sulbar untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan aplikatif dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing bidang.

"Sekaligus memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan kualitas layanan publik di sektor energi dan sumber daya mineral," kata Bujaeramy.

Melalui pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri tersebut, Bujaeramy berharap pelaksanaan program listrik gratis dapat berjalan lebih efektif, terukur dan tepat sasaran dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Baru Hitungan Hari, Meta Ca...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, DPR Minta Hukuman Mati dan Bentuk Panja Pengawasan

11 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.