Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Kotawaringin Timur Turunkan Tim untuk Tangani Kerusakan di Lapangan akibat Angin Kencang

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kotawaringin Timur Turunkan Tim untuk Tangani Kerusakan di Lapangan akibat Angin Kencang Doc: ANTARA
Ket. Rumah semi permanen di Jalan Madiun Ngawi, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang roboh akibat dihantam angin kencang, Rabu (4/2/2026) sore.

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah langsung menurunkan tim sebagai respons cepat menanggulangi dampak kerusakan di lapangan akibat angin kencang.

"Kemarin (04/2) angin kencang yang terjadi saat sore di Sampit membuat dua pohon tumbang, satu atap rumah rusak, bahkan satu rumah roboh," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Kamis (05/2).

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada data kecepatan angin Gusty (embusan kuat) di angka 20 knot dengan rata-rata kecepatan angin 5–10 knot.

Peristiwa ini diawali hujan deras, sekitar pukul 15.30 WIB. Tak seberapa lama kemudian angin kencang melanda Sampit dan sekitarnya.

"Hasil respons cepat tim BPBD di lapangan, ada dua pohon tumbang yakni di Jalan Kenan Sandan dan (Jalan) MT Haryono," ujarnya.

Tim gabungan dibantu masyarakat bergerak cepat mengevakuasi batang pohon yang menghalangi jalan agar tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.

Dampak lainnya dalam kejadian itu, kerusakan atap satu rumah di Kompleks Graha Pramuka Jalan Pramuka Kelurahan Sawahan.

Tim memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, karena rumah tersebut memang tidak ada penghuni karena bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Dampak lainnya peristiwa itu, satu rumah semi permanen di Jalan Madiun Ngawi, Kelurahan Sawahan roboh. Rumah yang dihuni dua kepala keluarga, yaitu Zainal dan Hamid beserta keluarganya itu, ambruk nyaris rata dengan tanah setelah dihantam angin kencang.

Saat dihantam angin kencang, rumah berukuran 12x7 meter persegi itu, terasa bergerak. Para penghuni rumah bergegas keluar rumah. Tidak seberapa lama kemudian rumah itu roboh.

Pihak keluarga menyatakan bersyukur karena nyawa mereka selamat, meski rumah mereka hancur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta akibat rumah dan peralatan di dalamnya hancur.

"Untuk sementara penghuni rumah mengungsi ke rumah saudaranya di Jalan Kapten Mulyono," ujar Multazam yang bersama timnya telah mendatangi lokasi untuk menemui pihak keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.