Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisatawan Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat, Ditemukan Meninggal.

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 05:40 WIB | Oleh:
Wisatawan Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat, Ditemukan Meninggal. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas tengah membawa jenazah korban longsor di Curug Cileat Subang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat menyebutkan dua wisatawan asal Kabupaten Karawang yang tertimbun longsor di kawasan Curug Cileat Subang ditemukan dalam kondisi meninggal di kedalaman sekitar dua meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Subang, Udin Jazudin saat dihubungi di Subang, Sabtu, menyampaikan setelah dilakukan pencarian sejak Jumat (15/5) sore, dua korban longsor di kawasan Curug Cileat Subang akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu siang.

Tebing setinggi 250 meter di kawasan Curug Cileat, Kampung Cibogo, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang pada Jumat (15/5) mengalami longsor akibat tingginya curah hujan di daerah tersebut.

Kedua korban masing-masing Alda Apriliani (22) yang merupakan warga Cikampek, Karawang dan Winda Limbong (20), warga Kosambi Karawang.

Setelah dilakukan pencarian, dua korban longsor itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di area jalur menuju Curug Cileat

Proses pencarian berhasil setelah tim menemukan barang-barang milik korban di sekitar lokasi longsor. Kemudian, petugas juga melihat tangan salah satu korban muncul dari timbunan tanah.

Berdasarkan temuan itu, kata dia, tim memfokuskan di titik tersebut dan melakukan penggalian secara hati-hati, dan akhirnya berhasil.

"Korban ditemukan tertimbun longsoran di kedalaman sekitar dua meter, dalam kondisi meninggal dunia," katanya.

Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka di wilayah Karawang.

Amud, ayah dari korban Aida Apriliani (22) mengaku sangat sedih atas kejadian yang dialami anak kesayangannya.

Ia menyesalkan tak ada peringatan dini dari pengelola wisata terkait potensi longsor di kawasan tersebut saat cuaca hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Gunung Semeru Meletus Berkali-kali pada Jumat Malam

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Gunung Semeru Meletus Berka...
Nasional
Menteri Ekraf Sebut Fesyen ...

Dirut Bulog: Penyaluran Minyakita Menjangkau Pasar

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Dirut Bulog: Penyaluran Min...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.