OIKN–BI Andalkan Kopi untuk Hidupkan Ekonomi Sekitar IKN

Rabu, 04 Feb 2026, 21:20 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Penguatan ekonomi daerah penyangga IKN menjadi faktor krusial dalam memastikan keberhasilan pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru.

Daerah-daerah sekitar IKN tidak hanya berperan sebagai hinterland penyedia tenaga kerja, pangan, dan logistik, tetapi juga sebagai ruang ekspansi investasi dan aktivitas ekonomi turunan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Istana Garuda di IKN. — Sumber: ANTARA/ M Ghofar

Tanpa peningkatan kapasitas ekonomi wilayah penyangga—mulai dari infrastruktur, kualitas SDM, hingga penguatan UMKM—IKN berisiko berkembang secara eksklusif dan menciptakan kesenjangan regional.

Karena itu, integrasi kebijakan pusat–daerah diperlukan agar pembangunan IKN mampu memicu efek pengganda (multiplier effect) yang nyata, mempercepat pemerataan, serta membentuk ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan dan sekitarnya.

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia (BI) berupaya meningkatkan ekonomi penyangga IKN yang dibangun di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, melalui pertanian tanaman kopi.

"Diupayakan kopi lokal meningkatkan ekonomi petani setempat," ujar Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN Setia Lenggono ketika ditanya mengenai penguatan ekonomi lokal di Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu (4/2).

Pertanian kopi lokal di Kecamatan Sepaku tersebut menjadi fokus Otorita IKN untuk pengembangan sebagai komoditas unggulan, terutama jenis Kopi Liberika.

OIKN bersama BI memberikan bekal petani Kopi Liberika di kawasan Agro Wisata Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, jelas dia, sebagai upaya meningkatkan ekonomi lokal melalui penguatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

Penguatan kapasitas dilakukan agar petani kopi lokal agar mampu menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi dan berdaya saing yang menjadi kunci kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN.

Petani dibekali agar memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai, khususnya dalam proses setelah panen, kata Setia Lenggono, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar.

Tercatat lebih kurang 424 hektar areal perkebunan kopi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kopi Liberika sudah ditanam di Sepaku sejak era transmigrasi sekitar tahun 1981.

Produksi Kopi Liberika di Kecamatan Sepaku terdata mencapai 5,1 ton per tahun, Otorita IKN berupaya meningkatkan melalui penanaman massal pada 2025 dengan menanam 1.010 pohon Kopi Liberika di areal perkebunan kopi di wilayah itu.

BI mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), menurut Kepala Sekretariat Kerja Kantor Bersama BI Syachman Perdymer, di antaranya potensi Kopi Liberika di wilayah IKN.

Kolaborasi Otorita IKN dengan BI untuk membangun ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga IKN, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal.

Selama ini mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun, kata salah satu petani kopi di Kecamatan Sepaku Bagio, Otorita IKN memberikan pemahaman tahapan setelah panen dan menjaga kualitas membuka peluang menjual kopi dengan harga yang lebih baik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.