Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kelima di Dunia, Pemprov Tingkatkan Pemantauan dan Strategi Penanganan

📅 Senin, 09 Jun 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kelima di Dunia, Pemprov Tingkatkan Pemantauan dan Strategi Penanganan Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Pada Minggu lalu, Jakarta tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kelima di dunia menurut situs pemantauan kualitas udara IQAir. Pada pukul 05:00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencapai angka 140, level yang tergolong tidak sehat bagi kelompok sensitif karena tingginya kadar partikel halus (PM2.5).

Di atas Jakarta, Addis Ababa di Ethiopia mencatat AQI sebesar 164, menjadikannya kota dengan polusi udara terburuk saat itu. Disusul oleh Dhaka di Bangladesh dengan angka 160 dan Kinshasa di Republik Demokratik Kongo dengan AQI sebesar 156. Data ini menggambarkan bagaimana kualitas udara di kota-kota besar dunia semakin mengkhawatirkan.

Indeks Kualitas Udara (AQI) sendiri merupakan alat peringatan publik yang dirancang untuk menunjukkan kapan tingkat polusi udara dapat membahayakan kesehatan. Menurut Asosiasi Paru-Paru Amerika, AQI melacak sejumlah polutan utama, seperti ozon troposferik dan partikulat halus yang berasal dari aktivitas manusia seperti emisi kendaraan, pembakaran rumah tangga, industri, hingga pembangkit listrik.

“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 stasiun pemantauan kualitas udara, Paris memiliki 400. Jakarta saat ini memiliki 111 stasiun, naik dari sebelumnya hanya lima unit. Ke depannya, kami akan menambah jumlahnya agar kami dapat melakukan intervensi lebih cepat dan tepat,” kata Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Langkah Jakarta untuk menambah jumlah Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap polusi. Dengan data yang lebih merata dan real-time, Pemprov berharap dapat melakukan mitigasi yang lebih tepat sasaran dan cepat dalam merespons lonjakan polusi.

Selain menambah SPKU, Dinas Lingkungan Hidup juga merencanakan pemasangan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah di seluruh kota. Sensor ini akan melengkapi sistem pemantauan resmi dan memperluas cakupan data, sehingga memungkinkan pengambilan kebijakan yang lebih berbasis bukti serta transparan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 99 persen populasi dunia saat ini menghirup udara yang melebihi ambang batas aman. Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia menjadi wilayah dengan paparan tertinggi terhadap polutan berbahaya ini.

Polusi udara tidak hanya mengancam kesehatan manusia dengan meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular, tetapi juga mempercepat krisis iklim global. Partikel seperti PM2.5, ozon permukaan tanah, nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan sulfur dioksida menjadi penyebab utama masalah ini.

Dengan tingkat polusi udara yang semakin tinggi, Jakarta dihadapkan pada tantangan besar untuk melindungi warganya. Pemerintah daerah menyadari bahwa solusi jangka pendek tidak cukup dan sedang mengembangkan strategi terintegrasi yang melibatkan teknologi, kebijakan, dan partisipasi publik.

Saat ini, peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting untuk mendukung kebijakan lingkungan. Akses terbuka terhadap data kualitas udara memungkinkan warga mengambil tindakan pencegahan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit pernapasan kronis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Sulawesi Utara, Daerah Tutu...
Olahraga
Laga Persahabatan: Brasil M...
Megapolitan
Tarif Transjabodetabek akan...

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.