Ekonom: Pasar Modal Masuk Fase Waspada, Investor Diminta Tahan Manuver
Minggu, 01 Feb 2026, 15:15 WIBJAKARTA â Pasar modal diperkirakan masih bergerak hati-hati dalam beberapa hari ke depan menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), seiring pelaku pasar mencermati dampak penyesuaian bobot dan komposisi indeks terhadap arus dana global.
Investor cenderung menahan posisi sambil menunggu realisasi aliran dana asing serta respons harga saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi acuan MSCI.
Sikap wait and see ini mencerminkan upaya pelaku pasar mengelola risiko jangka pendek, di tengah masih tingginya sensitivitas pasar terhadap sentimen eksternal dan dinamika likuiditas.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memprediksi pasar modal masih akan bergerak hati-hati selama beberapa hari ke depan usai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
âProyeksi pergerakan pasar dalam waktu dekat, dalam jangka sangat pendek, pasar masih akan bergerak hati-hati dan volatil, terutama di sektor keuangan dan saham berkapitalisasi besar,â tuturnya dihubungi di Jakarta, Sabtu (31/1).
Ia mengatakan investor cenderung menunggu kejelasan arah transisi kebijakan dan kepemimpinan di sektor pasar modal terlebih dahulu sebelum mengambil langkah investasi selanjutnya.
Hal tersebut mengingat sejumlah pejabat di sektor pasar modal, yakni Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengundurkan diri pada Jumat (30/1).
âJika sinyal penggantian yang kredibel muncul cepat dan tepat, tekanan bisa mereda dan IHSG kembali mengikuti faktor fundamental. Namun, tanpa kejelasan, volatilitas berisiko bertahan lebih lama,â ujar M Rizal Taufikurahman.
Selain ketiga petinggi tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I.B. Aditya Jayaantara juga turut menyampaikan pengunduran diri mereka di hari yang sama.
Dalam pernyataan resmi OJK, pengunduran diri itu disebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan pasar modal domestik usai terkoreksi tajam imbas dari pengumuman MSCI terkait review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dari 8.980,23 pada penutupan perdagangan Selasa (27/1) menjadi 8.232,20 pada penutupan perdagangan Kamis (29/1). IHSG kembali menguat pada Jumat (30/1) dengan ditutup pada posisi 8.329,61.
- BEI
- Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hujan Tak Lagi Sekadar Cuaca, Perubahan Iklim Ubah Risiko Banjir di Perkotaan.
-
BEI Luncurkan ETF Emas, Perluas Akses Investasi di Pasar Modal Indonesia
-
Langkah Maju Antariksa: Tiongkok Sukses Luncurkan Satelit Baru
-
Perkuat Persaudaraan Indonesia-Uzbekistan, Ketua MPR Ajak Ulama Indonesia Ziarah Makam Imam Bukhari
-
Kuba Kembali Alami Pemadaman Listrik Nasional Karena Jaringan Terputus
-
Pimpin Latihan di Hawaii, Intip Trik Jungle Survival Marinir TNI AL yang Bikin Penasaran Militer Dunia di RIMPAC 2026
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah pada Selasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.