Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ramadan Datang, Ekonom Nilai Belanja Masyarakat Masih Terjaga

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ramadan Datang, Ekonom Nilai Belanja Masyarakat Masih Terjaga Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar.
Ket. Ilustrasi -Dua warga berjalan di dekat stan pegadang di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Tren konsumsi masyarakat cenderung meningkat menjelang dan selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, seiring perubahan pola belanja dan kebutuhan rumah tangga.

Permintaan terhadap bahan pangan, produk fesyen, transportasi, serta kebutuhan penunjang ibadah biasanya mengalami lonjakan signifikan.

Fenomena ini didorong oleh faktor musiman seperti tradisi berbagi, peningkatan aktivitas sosial, serta pencairan pendapatan tambahan.

Dari sisi ekonomi, kenaikan konsumsi menjadi motor pertumbuhan jangka pendek yang mampu mendorong perputaran uang di sektor ritel dan UMKM.

Namun di sisi lain, lonjakan permintaan juga berpotensi memicu tekanan inflasi apabila pasokan dan distribusi tidak terkelola dengan baik.

Oleh karena itu, pengendalian harga, kecukupan stok, serta stabilitas distribusi menjadi kunci agar momentum konsumsi Ramadan dan Idulfitri dapat berdampak positif tanpa menimbulkan gejolak ekonomi.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan tren konsumsi menjelang dan saat Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026 relatif terjaga meskipun terdapat sejumlah dinamika perekonomian dalam beberapa waktu terakhir.

Faisal saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/1), mengatakan tren konsumsi yang terjaga sekalipun ada dinamika seperti potensi dan dampak bencana di dalam negeri itu tercermin dari konsumsi periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) yang cenderung mengalami peningkatan.

“Kondisi daya beli dan konsumsi menjelang Ramadhan-Lebaran, kalau saya melihat bagaimana perkembangan konsumsi rumah tangga dalam 5-6 bulan terakhir menjelang Nataru kemarin sebetulnya memang ada peningkatan, ada dorongan demand yang cukup berperan juga di situ,” kata Faisal.

Selain itu, Indeks Pertumbuhan Riil (IPR) dari Bank Indonesia (BI) bulan November 2025 juga sebesar 222,9 atau naik 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen yoy.

“Kita bisa lihat juga, selain IPR itu meningkat selama lima bulan berturut-turut, juga berpengaruh kepada sektor produksi di mana Purchasing Manager Index manufaktur mengalami ekspansi empat bulan berturut-turut sampai dengan Nataru,” kata Faisal.

Selain itu, ia mengatakan tren positif itu akan terus berlanjut karena setelah Nataru langsung disambut juga dengan perayaan Imlek, diikuti bulan Ramadan dan Lebaran.

“Dan ditambah lagi ada additional income dari masyarakat pada umumnya dengan dibagikannya THR (tunjangan hari raya) menjelang Lebaran. Jadi dari sisi konsumsinya saya pikir setelah Nataru sampai dengan Lebaran itu masih akan terus bagus,” ujar dia.

Namun, Faisal juga mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya akan ada di periode setelah Hari Raya Idul Fitri, apakah konsumsi masyarakat masih akan terus bertumbuh atau malah sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

40 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.