Pemkot Pariaman Pasang Target Ambisius: Kunjungan 1,4 Juta Wisatawan di 2026

Jumat, 30 Jan 2026, 21:35 WIB

PADANG – Strategi daerah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat.

Daerah tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam atau budaya, tetapi perlu membangun perencanaan pariwisata yang terintegrasi, mulai dari penguatan atraksi, aksesibilitas, hingga kualitas layanan.

Ket. Foto: Sejumlah wisatawan sedang bermain di anjungan Pantai Gandoriah Kota Pariaman, Sumbar. — Sumber: ANTARA/ Aadiaat M S

Strategi yang tepat memungkinkan daerah menciptakan diferensiasi destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan belanja wisata.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal penting untuk memastikan manfaat ekonomi pariwisata tersebar merata.

Tanpa strategi yang jelas dan berkelanjutan, potensi wisata berisiko tidak optimal dan sulit bersaing di pasar pariwisata nasional maupun global.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman di Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1,4 juta orang pada 2026 di mana angka itu relatif sama dengan realisasi kunjungan pada 2025.

"Kami menargetkan untuk tahun 2026 di angka 1,4 juta kunjungan. Angka ini memang tidak jauh berbeda dari capaian tahun 2025 yang juga sekitar 1,4 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Jumat (30/1).

Menurut dia, target tersebut realistis karena didasari oleh analisis terhadap aksesibilitas menuju daerah tersebut. Pemkot Pariaman memperkirakan arus kunjungan wisatawan ke daerah masih akan terkendala oleh belum pulihnya akses transportasi utama di provinsi tersebut akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Ia menyebutkan salah satu faktor yang menentukan yaitu masih belum lancarnya akses jalan nasional yang menghubungkan antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi khususnya di kawasan Lembah Anai.

Jalur itu, lanjutnya, merupakan urat nadi transportasi di provinsi tersebut yang juga berdampak signifikan terhadap distribusi wisatawan ke kota dan kabupaten penyangga termasuk Pariaman.

Ia mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait pengerjaan perbaikan dan normalisasi jalan di kawasan Lembah Anai tersebut diperkirakan baru akan rampung sepenuhnya pada Juli 2026.

Padahal, menurut dia, dua kegiatan wisata unggulan di Pariaman yang dapat mendatangkan ratusan ribu wisatawan dilaksanakan sebelum Juli yaitu Piaman Barayo pada Maret dan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada Juni.

Sementara itu, kunjungan wisatawan ke daerah itu khususnya pada dua kegiatan tersebut banyak berasal dari Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, bahkan dari sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Namun, ia mengatakan Pemkot Pariaman tetap berupaya mengoptimalkan potensi wisata bahari dan budaya yang menjadi unggulan kota tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melaksanakan 43 kegiatan yang dapat mendatangkan banyak wisatawan sepanjang 2026.

"Kalender wisata dalam waktu dekat akan kami rilis," ujar dia.

Meski demikian, lanjutnya, Pemkot Pariaman berharap pengerjaan jalan di Lembah Anai dapat segera selesai sehingga kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat tajam pada semester kedua tahun tersebut guna mengejar target yang telah ditetapkan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.