- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Dorong Kesepa...
Donald Trump Dorong Kesepakatan Denuklirisasi AS, Russia, dan Tiongkok
Jumat, 19 Jun 2026, 00:16 WIBKeamanan Global
WASHINGTON â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyerukan perlunya kesepakatan denukÂlirisasi antara AS, Russia, dan Tiongkok guna mengurangi perlombaan senjata nuklir global yang dinilainya sudah berlebihan.Â
Dilansir dari AFP, dalam konferensi pers di sela KTT G7, Rabu (17/6), Trump meÂngatakan ketiga negara tidak memerlukan persenjataan nuklir dalam jumlah besar yang mampu menghancurkan dunia berkali-kali lipat.
âKita harus membuat keÂsepakatan denuklirisasi. Kita tak perlu mampu menghanÂcurkan seluruh dunia 300 kali. Itu mengerikan. Jika kita bisa membuat kesepakatan deÂnuklirisasi, saya akan sangat menyukainya,â kata Trump.
Trump mengungkapkan salah satu dari dua negara tersebut sangat terbuka unÂtuk membahas kesepakatan denuklirisasi, sementara negara lainnya dinilai kurang antusias. Namun, ia tidak menjelaskan negara mana yang dimaksud.
âSalah satu dari kedua negara itu sangat bersedia melakukannya, sementara yang lainnya kurang berseÂdia. Dan Anda membutuhkan semuanya,â ujarnya.
Pernyataan itu mengulang sikap yang pernah disampaikan Trump pada Mei lalu ketika ia menyatakan dukungannya terhadap pembahasan denuklirisasi yang melibatkan AS, Tiongkok, dan Russia. Meski demikian, saat itu ia menolak mengungÂkapkan apakah ketiga negara telah membuat komitmen khusus terkait isu itu.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyingÂgung Iran dan rancangan nota kesepahaman yang tenÂgah dinegosiasikan. Ia meneÂgaskan AS tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir dan memperÂingatkan bahwa Washington dapat kembali melancarkan serangan militer jika keseÂpakatan tidak tercapai dalam waktu 60 hari.
âNamun jika kami tidak menyerang dengan pesawat pembom B-2, atau jika serangan itu tidak berhasil, mereka akan memiliki senjata nuklir, bom nuklir deÂngan tingkat yang sangat tinggi. Bukan yang tertingÂgi, tetapi tetap sangat tinggi. Kami memiliki yang jauh lebih besar, tetapi kami berharap tiÂdak pernah harus menggunakannya,â kata Trump.
Dinamika Kekuatan
Trump menambahkan bahwa AS saat ini memiliki arsenal nuklir terbesar di duÂnia, disusul Russia, sementara Tiongkok berada di posisi keÂtiga namun terus memperÂcepat pengembangan kapasiÂtas militernya.
âKami memiliki yang terÂbanyak. Kami memiliki yang paling kuat, tetapi juga yang paling banyak. Russia tidak jauh di belakang. Kemudian ada Tiongkok di posisi ketiga, tetapi dalam lima tahun meÂreka mungkin akan setara. Kita seharusnya membuat kesepakatan denuklirisasi. Itu akan sangat luar biasa,â ujarnya.
Menurut Trump, perlomÂbaan senjata nuklir saat ini tidak lagi relevan dan justru meningkatkan risiko keamanÂan global.
âKita tidak membutuhkan semua itu. Kita tidak perlu memiliki kemampuan unÂtuk menghancurkan seluruh dunia hingga 300 kali. Itu mengerikan. Jika kami bisa membuat kesepakatan deÂnuklirisasi, saya akan sangat menyukainya,â kata Trump.
Pernyataan tersebut munÂcul di tengah dinamika hubungan antara Tiongkok, Russia, dan Korea Utara. PreÂsiden Tiongkok Xi Jinping diÂlaporkan mengunjungi North Korea pada 8 Juni 2026 untuk memperkuat kembali hubungan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un setelah Pyongyang semakin dekat deÂngan Moskow.
Sebelumnya, Presiden RusÂsia Vladimir Putin mengunÂjungi Pyongyang pada 2024 dan menandatangani perjanÂjian pertahanan bersama deÂngan Kim. Hubungan kedua negara semakin erat setelah Korea Utara dilaporkan memÂberikan dukungan kepada Russia dalam konflik Ukraina.
Kunjungan Xi juga berÂlangsung setelah dirinya dan Trump mengeluarkan perÂnyataan bersama di Beijing yang menyerukan denukliriÂsasi Korea Utara. Namun, seÂruan tersebut ditolak oleh Kim Yo-jong yang menyebut gagaÂsan itu sebagai âangan-angan belaka.â
- Donald Trump
- Tiongkok
- Amerika Serikat
- Russia
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.