Australia Open 2026: Kalahkan Sinner Lewat Laga Epik, Djokovic Jumpa Alcaraz di Final

Jumat, 30 Jan 2026, 22:05 WIB

MELBOURNE, AUSTRALIA — Novak Djokovic memastikan langkah ke final Australia Open setelah menumbangkan juara bertahan dua kali, Jannik Sinner, lewat laga maraton lima set yang berakhir dramatis, Jumat (30/1). Petenis Serbia itu semakin dekat dengan sejarah baru tenis dunia.

Djokovic, yang kini berusia 38 tahun, tampil luar biasa untuk mengatasi perlawanan Sinner dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 dalam pertandingan yang berakhir hingga pukul 01.32 dini hari. Di partai puncak Minggu nanti, ia akan menghadapi unggulan teratas Carlos Alcaraz di Melbourne Park.

Ket. Foto: Novak Djokovic — Sumber: AFP

Jika mampu mengalahkan Alcaraz, yang berusia 16 tahun lebih muda, Djokovic akan meraih gelar Grand Slam ke-25, sebuah rekor sepanjang masa dalam sejarah tenis.

Alcaraz sendiri melangkah ke final setelah meraih kemenangan epik lima set atas unggulan ketiga asal Jerman, Alexander Zverev, di semifinal lainnya. Petenis Spanyol itu menepis keraguan soal kebugarannya dengan penampilan penuh determinasi.

Di tengah usia yang kian menua dan cedera yang kerap menghampiri, Australia Open edisi ini bisa menjadi peluang terbaik Djokovic untuk merebut gelar mayor ke-25 yang selama ini diidamkan. Penampilan gigihnya saat melawan Sinner menjadi bukti bahwa ia masih memiliki daya juang dan kualitas kelas dunia.

Gelar Grand Slam terakhir Djokovic diraih di US Open 2023. Sejak saat itu, dominasi tenis putra lebih banyak diwarnai oleh Alcaraz dan Sinner. Situasi tersebut membuat Djokovic sejajar dengan legenda Australia, Margaret Court, yang turut hadir menyaksikan laga di stadion, dengan koleksi 24 gelar Grand Slam.

Sinner, 24 tahun, tampil agresif sejak awal pertandingan di Rod Laver Arena. Ia mematahkan servis Djokovic dan melesat unggul 3-0. Permainan Sinner tampak solid, dengan servis tajam dan groundstroke presisi yang membawanya merebut set pertama.

Djokovic bangkit di set kedua. Ia mematahkan servis lawan untuk unggul 3-1, lalu menyelamatkan tiga break point krusial sebelum menutup set dengan sebuah forehand silang keras yang tak mampu dijangkau Sinner.

Momentum kembali berayun di set ketiga. Djokovic sempat terlihat kelelahan, bahkan memegangi dadanya sebelum terduduk lesu di kursi. Sinner memanfaatkan situasi tersebut dan mengamankan set ketiga setelah lob Djokovic melebar.

Namun, Djokovic belum habis. Memasuki set keempat, ia kembali mematahkan servis Sinner saat pertandingan melewati tengah malam. Laga pun berlanjut ke set penentuan, dengan tensi semakin meninggi. Sinner beberapa kali gagal memanfaatkan peluang break, sementara Djokovic tampil klinis.

Break krusial pada kedudukan 4-3 di set kelima membuka jalan bagi Djokovic menuju final Melbourne ke-11. Meski Sinner sempat menyelamatkan dua match point saat tertinggal 4-5, Djokovic akhirnya mengunci kemenangan pada kesempatan ketiga.

Mantan petenis nomor satu dunia itu kembali menegaskan statusnya sebagai “raja” Melbourne Park, dengan 10 gelar Australia Open dalam koleksinya. Meski demikian, Djokovic mengakui dirinya sempat merasa beruntung bisa melaju sejauh ini dan menyebut dirinya sebagai underdog saat menghadapi Sinner.

Sebelumnya, perjalanan Djokovic menuju semifinal juga diwarnai keberuntungan. Ia tertinggal dua set di perempat final sebelum Lorenzo Musetti mundur karena cedera, serta melaju tanpa bertanding di babak keempat usai Jakub Mensik mengundurkan diri.

Musim lalu, Djokovic mencapai semifinal di keempat turnamen Grand Slam, namun selalu gagal melangkah lebih jauh. Kini, satu kemenangan lagi di Melbourne akan membuka lembaran sejarah baru dalam karier legendarisnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.