Meski Pembangunan BRT Bikin Macet, Walkot Farhan Optimistis Akan Tekan Kemacetan di Bandung Raya
Senin, 14 Sep 2026, 19:27 WIBKOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung optimistis pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) dapat menjadi salah satu solusi transportasi untuk menekan kemacetan di kawasan Bandung Raya, meski pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kritik dan kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar karena pembangunan BRT akan membawa perubahan terhadap sistem transportasi dan tata ruang jalan di Kota Bandung.
âBRT ini memang pilihan yang harus kita pilih. Dari sejak awal sebelum saya dilantik saya sudah mendapatkan BRT ini dan saya sudah keliling berkali-kali jalur BRT,â ujar Farhan di Bandung, Senin (14/9).
Farhan mengakui salah satu aspek yang banyak menjadi perhatian masyarakat adalah rencana pembangunan halte di tengah jalan pada sejumlah koridor utama, di antaranya kawasan Cicadas, Jalan Jakarta, Ciroyom hingga Pasar Baru.
Ia memahami adanya pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas dan aspek keselamatan konsep tersebut. Namun, menurut dia, setiap inovasi transportasi publik membutuhkan proses pengujian sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
âMemang agak susah membayangkan bahwa di tengah Jalan Cicadas, Jalan Jakarta, sampai wilayah Ciroyom dan Pasar Baru akan ada halte-halte di tengah jalan. Perdebatan tentu tidak pernah berhenti, namun bagaimanapun juga pilihannya tetap dilaksanakan,â katanya.
Farhan menjelaskan konsep BRT Bandung merupakan bagian dari program yang disusun bersama Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama pembangunan.
âKami akan terus menyerap berbagai macam aspirasi dari masyarakat tentang ketidaknyamanan akibat dari BRT ini,â ujarnya.
Ia menjelaskan koridor BRT Bandung tahap awal akan melayani jalur timur-barat yang menghubungkan sejumlah pusat aktivitas masyarakat.
Rute tersebut dimulai dari Kiaracondong menuju Alun-alun Bandung, kemudian berlanjut ke kawasan Stasiun Selatan, Jalan Kebonjati, Otista, Tegalega dan kembali menuju koridor timur.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga menyiapkan sistem feeder yang terintegrasi dengan layanan utama BRT.
Feeder tersebut akan memanfaatkan angkutan kota yang selama ini beroperasi di Bandung dengan skema peremajaan angkot agar lebih nyaman dan sesuai dengan kebutuhan transportasi modern.
âFeeder ini adalah angkot-angkot yang selama ini kita kenal. Akan ada peremajaan angkot dan mudah-mudahan kita bisa segera mendapatkan kesepakatannya untuk angkot yang baru,â kata Farhan. Ant
Berikut Detail Proyek BRT Bandung RayaCakupan Wilayah:
- Menghubungkan 5 daerah di Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, dan wilayah sekitarnya).
- Target Rampung: Ditargetkan selesai secara menyeluruh pada tahun 2027.
- Spesifikasi & Infrastruktur: Menggunakan bus berkapasitas sekitar 60 penumpang dengan pintu di kedua sisi, serta pembangunan ratusan titik halte dan depo (termasuk di Terminal Cicaheum dan Antapani).
- Integrasi Feeder: Angkutan kota (angkot) lokal akan diremajakan dan diintegrasikan sebagai pengumpan (feeder) jalur utama BRT.
Dampak dan Perkembangan Terkini
- Kemacetan Lalu Lintas: Pengerjaan konstruksi halte di sejumlah ruas jalan sempat memicu keluhan kemacetan, yang kini terus ditangani oleh Dishub dan Pemkot Bandung melalui rekayasa lalu lintas.
- Penataan Lahan: Pemkot Bandung telah melakukan penataan area terminal dan memberikan dana kompensasi bagi pedagang informal yang terdampak pembangunan depo.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran
-
Empat Pilar Ketahanan Pangan Jadi Kunci Penguatan Pertanian di DIY
-
Musim Kemarau Perparah Krisis Air Pemkot Padang Salurkan Air Bersih
-
PM Albanese Puji Program Makan Bergizi Gratis
-
Menuju Transisi EBT, ITS Merilis Tiga Pedoman Energi Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.