Dinas ESDM Banten Pastikan Tambang Lokasi Kecelakaan Bocah di Serang Ilegal

Rabu, 28 Jan 2026, 06:33 WIB

SERANG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten memastikan tambang galian C di Sitauan Kidul, Umbul Tengah, Taktakan, Kota Serang, yang menjadi lokasi dua bocah tewas tenggelam, berstatus ilegal karena tidak mengantongi izin pertambangan.

Kepala Dinas ESDM Banten, Ari James Faraddy, di Kota Serang, Selasa (27/1), menegaskan pihaknya tidak pernah menerbitkan izin galian C di wilayah Kota Serang, termasuk di lokasi kejadian. 

Ket. Foto: Tambang galian C di Lingkungan Sitauan Kidul, Kelurahan Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. — Sumber: ANTARA

“Semuanya enggak ada izinnya yang kami keluarkan di Kota Serang. Dipastikan ilegal karena tidak berizin,” ujar Ari.

Kepastian status ilegal tersebut disampaikan menyusul meninggalnya dua bocah, Adam (8) dan Fattah (7), yang ditemukan tenggelam di bekas galian tambang pada Minggu (26/1) malam. 

Kedua korban ditemukan warga sekitar pukul 00.00 WIB dalam kondisi mengambang setelah dilaporkan hilang sejak sore hari.

Ari mengatakan Dinas ESDM Banten berkomitmen menindaklanjuti temuan tambang ilegal tersebut melalui langkah penutupan, dengan melibatkan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sesuai kewenangan masing-masing.

“Berita acara yang kami buat akan diteruskan ke aparat penegak hukum dan atau ke Gakkum ESDM. Itu diteruskan bahwa ini tambang ilegal, berarti yang bisa menutup aparat kepolisian sampai ke Polda Banten,” katanya.

Menurut Ari, penutupan tambang ilegal merupakan bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat lokasi tambang kerap menjadi tempat bermain anak-anak. Ia menyebut lubang bekas galian memiliki risiko tinggi dan membahayakan keselamatan. 

“Kami juga sangat miris melihat kejadian seperti itu. Semoga tidak terjadi lagi anak-anak bermain di lokasi tambang. Karena tambang betulan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Diketahui, di Kelurahan Umbul Tengah terdapat lebih dari satu lokasi galian C, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari lokasi dua bocah meninggal. Kondisi tersebut memperkuat urgensi penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Taktakan AKP Malik Abraham menyatakan peristiwa tenggelamnya Adam dan Fattah merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir yang berkaitan dengan kubangan bekas galian C di wilayah tersebut. 

“Iya, ini kejadian kedua. Kalau yang sekarang dugaan sementara korban tenggelam saat bermain. Kalau kejadian Jumat, korban sedang memancing,” katanya.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penanganan lanjutan dan pendalaman guna mencegah kejadian berulang, termasuk dengan pengamanan lokasi bekas galian yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Shopee 9.9 Hadirkan Promo hingga Rp999 Ribu, Gandeng Naykilla dan Tenxi

Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara

Waduh! Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia?, PSSI Bilang Hal Ini

Vasaka Hotel Jakarta Rilis Promo 'Breakfast Bliss Awaits' Rp99.000 Net per Orang

Asap Putih Keluar dari Knalpot Motor Anda? Ini Penjelasan dan Cara Atasinya!

Dinkes Serang Integrasikan Tiga Layanan Maksimalkan Program BIAS

Daftar Motor Listrik yang Berpeluang Dapat Insentif Rp3 Juta, Ini Syarat Mendapatkannya!

Dukung Layanan Medis Pasca Gempa Flores, 48 Genset Disiapkan untuk Fasilitas Kesehatan

Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker Antisipasi Kabut Asap

Jadwal Laga Persija Vs Persib di GBK, I.League Dapat Lampu Hijau Izin Resmi Segera Terbit

Polda Sumut Kejar Jaringan Sabu 15 kg Bermodus Mobil Towing

SP PDSI: Transformasi Harus Perkuat Kompetensi dan SDM Bor

Warisan Bukan Hanya Harta, Ini Cara Sun Life dan CIMB Niaga Mendorong Legacy Planning

TNI Percepat Penanganan Karhutla Way Kambas, Tim Alfa Diterjunkan dari Udara

Judol dan Narkoba Pemicu Gugatan Cerai ASN di Batang Hari

Pintu Luncurkan Pintu VIP Private dengan Relationship Manager Pribadi untuk Trader Premium

Garap Bonus Demografi, Menteri P2MI Kick Off SMK Go Global Cetak 500 Ribu PMI Terampil

Dua Pelajar Tewas Akibat Kecelakaan Tunggal di Jalinsum OKU Timur

Wapang TNI Hadiri Peresmian PLTS 100 GWp Tahap Pertama oleh Presiden RI.

Pak Kades Jadi Tersangka Pembunuhan, Dua Pelaku Lain Masih Buron

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.