Bantuan untuk 100 Keluarga Berisiko Stunting di Talaud

Minggu, 19 Jul 2026, 23:15 WIB

Manado - BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mendistribusikan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada 100 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Bantuan Genting tersebut diberikan saat ikut serta berpartisipasi pada kegiatan bakti sosial TNI tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Jeanny Y Winokan di Manado, Minggu.

Ket. Foto: Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mendistribusikan bantuan program Genting kepada 100 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Kepulauan Talaud pada acara Bakti Sosial TNI di Kabupaten Kepulauan Talaud. — Sumber: Antara

Pendistribusian bantuan program Genting adalah wujud dukungan Kemendukbangga/BKKBN terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Bantuan tersebut, kata Jeanny, merupakan hasil kolaborasi orang tua asuh Kemendukbangga/BKKBN, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Kepulauan Talaud, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Kodam XIII Merdeka.

Partisipasi Kemendukbangga/BKKBN dalam kegiatan Bakti Sosial TNI menjadi bagian dari upaya sosialisasi Program Genting sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas serta mempercepat penurunan stunting," ujarnya.

Distribusi bantuan program Genting tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, yang mengusung semangat kolaborasi dan gotong royong dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, tangguh, dan sejahtera.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mengatakan suksesnya program Genting memerlukan sinergisitas para pemangku kepentingan.

Keterlibatan berbagai pihak dalam memberikan bantuan nutrisi kepada keluarga berisiko stunting merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menyiapkan generasi Sulawesi Utara yang sehat dan berkualitas.

"Saya mengapresiasi kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN bersama pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, organisasi profesi, dan seluruh mitra yang telah menghadirkan bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting di Kepulauan Talau," sebut Gubernur.

Semangat gotong royong seperti inilah menurut Gubernur harus terus diperkuat agar upaya percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upacara bakti sosial dipimpin Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta dihadiri Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Bupati Kepulauan Talaud, Bupati Kepulauan Sangihe, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan para pemangku kepentingan terkait.

  • Keluarga Risiko Stunting

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.