Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara
Rabu, 26 Agu 2026, 23:17 WIBJAKARTA â Industri pulp dan kertas Indonesia terus memperkuat posisinya di pasar global. Sebagai salah satu produsen kertas terbesar dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai pasok industri pulp dan kertas internasional.
Data Kementerian Perindustrian 2025 menunjukkan industri kertas, barang kertas, dan percetakan memberikan kontribusi 3,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.
Pada tahun yang sama, nilai ekspor pulp Indonesia mencapai US4,57 miliar. Industri ini juga menyerap lebih dari 280.000 tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.
Besarnya kontribusi tersebut berjalan beriringan dengan tantangan industri untuk meningkatkan efisiensi produksi, inovasi teknologi, dan penerapan praktik manufaktur berkelanjutan. Kebutuhan tersebut mendorong pentingnya platform yang mempertemukan pelaku industri dengan penyedia teknologi, pemasok, pembeli, serta mitra bisnis dari berbagai negara.
Salah satu platform tersebut adalah Indonesia International Paper Chain Industry Exhibition (Paper Chain Expo) 2026 yang akan berlangsung pada 27â29 Agustus 2026 di Indonesia.
Paper Chain Expo 2026 diselenggarakan oleh China National Chemical Information Center (CNCIC) bersama Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Maison Events Indo berperan sebagai Official Local Partner di Indonesia, dengan dukungan Vietnam Pulp and Paper Association (VPPA), Pulp Molding Packaging Professional Committee of China Packaging Federation (PMPPCCPF), serta EP Paper Industrial Professional Committee (EPPIPC).
Dorong Adopsi Teknologi dan Efisiensi Industri
Sebagai salah satu produsen pulp dan kertas dunia, industri nasional menghadapi tuntutan untuk meningkatkan nilai tambah produk, efisiensi operasional, serta praktik produksi yang lebih berkelanjutan.
Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata, menuturkan bahwa penguatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas Indonesia. Fondasi industri pulp dan kertas Indonesia sudah sangat kuat, namun pekerjaan rumah berikutnya adalah meningkatkan nilai tambah melalui adopsi teknologi baru dan proses yang lebih efisien.
âAPKI mendukung penuh Paper Chain 2026 sebagai ruang konkret bagi para pelaku industri untuk menemukan solusi operasional, menjalin kolaborasi strategis, dan memperkuat daya saing manufaktur kita ke depan,â ujar Suhendra dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Paper Chain Expo 2026 dirancang sebagai titik temu antara penyedia teknologi dan pelaku industri pulp, kertas, serta converting di Indonesia. Pameran ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas industri dan membuka peluang kemitraan lintas negara.
Perkuat Kerja Sama Indonesia-Tiongkok
Penyelenggaraan Paper Chain Expo juga menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok di sektor pulp dan kertas. Sejak 2023, CNCIC dan APKI menjalankan China-Indonesia Paper Industry Deep Cooperation Mechanism yang bertujuan mendorong perdagangan, pertukaran teknologi, dan kolaborasi industri antara kedua negara dalam sektor pulp, kertas, serta produk berbasis kertas.
Hubungan perdagangan kedua negara juga menunjukkan eratnya keterkaitan industri tersebut. Sekitar 75 persen pulp Indonesia pada 2024 diekspor ke Tiongkok. Dalam konteks ini, Paper Chain Expo diposisikan sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri dan sumber daya dari sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Tiongkok, Vietnam, Rusia, India, hingga kawasan Timur Tengah.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Paper Chain Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 67 exhibitor dari berbagai negara. Para peserta membawa teknologi, material, peralatan produksi, serta solusi pendukung bagi industri pulp, kertas, dan kemasan.
Pameran mencakup lima kategori utama, yaitu:
- Bahan kimia untuk pembuatan kertas dan kemasan;
- Mesin pulp dan kertas serta peralatan pulp molding;
- Peralatan tissue paper dan manufaktur cerdas;
- Kemasan ramah lingkungan, tissue paper, dan produk turunannya; serta
- Produk dan teknologi pengolahan air limbah industri kertas.
Hubungkan Rantai Pasok dari Hulu hingga Hilir
Paper Chain Expo 2026 juga menjadi ruang pertemuan bagi pemilik bisnis, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan di sepanjang rantai pasok pulp, kertas, dan kemasan. Selain pameran, agenda tersebut menghadirkan berbagai forum bisnis untuk membahas isu dan kebutuhan industri sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha.
Pameran diselenggarakan secara co-located bersama PACKID, We Pack Southeast Asia, dan Bakery Asean. Kolaborasi tersebut menghadirkan beragam solusi industri kertas dan kemasan dari sektor hulu hingga hilir dalam satu lokasi.
Untuk memperluas peluang kolaborasi bisnis, Paper Chain Expo 2026 juga menyediakan fasilitas business matching, group visit ke pabrik kertas, serta factory tour di Indonesia. Masyarakat dan pelaku industri yang ingin menghadiri pameran dapat melakukan registrasi untuk memperoleh akses masuk gratis melalui laman resmi registrasi Paper Chain Expo 2026.
- Industri Pulp dan Kertas
- Teknologi Industri
- Keberlanjutan
- Industri Kemasan
- Paper Chain Expo 2026
- Pulp dan Kertas Indonesia
- Industri Kertas
- Ekspor Pulp
- Ekspor Kertas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Transjakarta Modifikasi Rute 3D Mulai 25 Juli, Tambah Bus Stop di Jakbar
-
Impact Based Forecast Diterapkan di Jabodetabek
-
Sempat Alami Gangguan, PLN Pastikan Pasokan Listrik Kalbar Saat Ini Aman
-
Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
-
Wabah Ebola di RD Kongo telah Melampaui 3.000 Kasus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.