Garap Bonus Demografi, Menteri P2MI Kick Off SMK Go Global Cetak 500 Ribu PMI Terampil

Rabu, 26 Agu 2026, 21:54 WIB

JAKARTA – Pemerintah menggarap momentum bonus demografi melalui program SMK Go Global. Program ini bertujuan menyiapkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Komitmen itu disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat membuka Kick Off SMK Go Global bertema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia” di Balai Diklat Industri Jakarta Timur, Rabu (26/8).

Ket. Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah/putih) saat membuka Kick Off SMK Go Global bertema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia” di Balai Diklat Industri Jakarta Timur, Rabu (26/8) — Sumber: istimewa

“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur legal, aman, dan terlindungi,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Menurutnya, program ini sekaligus menjawab kebutuhan negara-negara di Eropa dan Asia yang tengah menghadapi aging population atau penuaan populasi dan kekurangan tenaga kerja.

Target 500 Ribu PMI hingga 2029

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna 20 Oktober 2025. Dari 500.000 CPMI, 300.000 ditargetkan dari lulusan SMK dan 200.000 dari pendaftar umum SMA hingga sarjana.

Penyiapan dilakukan bertahap: 40.000 orang pada 2026, 140 ribu pada 2027, 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.

Kementerian P2MI menyiapkan 2.000 kelas pelatihan di 23 wilayah kerja BP3MI. Negara tujuan meliputi Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Turki, Taiwan, Maladewa, dan negara Eropa.

Berbasis Kebutuhan Pasar

Mukhtarudin menegaskan program ini demand-driven. “Yang kita siapkan bukan sekadar tenaga kerja untuk diberangkatkan, tetapi tenaga kerja yang memenuhi standar industri negara tujuan,” tegasnya.

Pada Batch 1, 12–22 Agustus 2026, sebanyak 14.523 orang mendaftar. Setelah seleksi, 3.340 peserta lolos dan masuk 167 kelas di 20 wilayah BP3MI.

Dukungan Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung lewat 7 Balai Diklat Industri di Jakarta, Medan, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Fokusnya: pelatihan kompetensi, sertifikasi, dan penguatan etos kerja.

“Peran kami di hulu menyiapkan skill dan standar kualitas. P2MI di hilir membuka akses pasar dan perlindungan,” kata Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Emmy Suryandari.

Program ini diperkuat filosofi Asta Mandala dengan Panca Sukses: Kompetensi, Pelindungan, Penempatan, Remitansi, dan Tata Kelola. Tujuannya melahirkan dampak sosial, peningkatan SDM, dan dampak ekonomi bagi Indonesia.

  • Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)
  • Menteri P2MI Mukhtarudin

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.