Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski Sempat Gempa, Aktivitas Gunung Slamet Belum Alami Peningkatan

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 16:21 WIB | Oleh:
Meski Sempat Gempa, Aktivitas Gunung Slamet Belum Alami Peningkatan Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Ilustrasi - Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Kawasan Wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (9/1).

PURWOKERTO -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet memastikan aktivitas Gunung Slamet, Jawa Tengah, hingga saat ini belum mengalami peningkatan lanjutan dan masih berada pada Level II atau Waspada.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa, Kepala Pos PGA Slamet, Muhammad Rusdi mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Slamet masih didominasi gempa-gempa berperiodik sebagaimana hasil pemantauan harian dan laporan khusus yang telah dirilis sebelumnya.

"Untuk saat ini tingkat aktivitas Gunung Slamet masih di Level II Waspada dan masih didominasi gempa berperiodik," katanya.

Berdasarkan pengamatan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Senin (26/1) menjelang pukul 15.00 WIB terkonfirmasi terjadi satu kali gempa vulkanik dalam.

Namun, lanjutnya, amplitudo gempa tersebut masih tergolong kecil dan belum menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas vulkanik pada gunung yang berada di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes itu.

Menurut dia, kemunculan satu kali gempa vulkanik dalam tersebut masih sejalan dengan pola aktivitas Gunung Slamet dalam beberapa waktu terakhir dan belum mengubah status aktivitas gunung api tersebut.

Ia mengatakan PVMBG pada 11 Januari 2026 telah merilis Laporan Khusus Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet yang mencatat aktivitas seismik Gunung Slamet bersifat fluktuatif, didominasi gempa frekuensi rendah dan tremor menerus, tanpa disertai erupsi maupun perubahan visual yang signifikan.

Dalam laporan tersebut, lanjutnya,PVMBG menyebutkan pemantauan deformasi melalui pengukuran Electronic Distance Measurement (EDM) dan tiltmeter hingga 11 Januari 2026 masih menunjukkan kondisi relatif stabil, meskipun terdapat indikasi peningkatan tekanan di bawah tubuh gunung api yang memicu gempa dangkal.

Terkait dengan tingginya curah hujan di kawasan Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir, dia menegaskan hingga kini belum dapat dipastikan adanya keterkaitan langsung antara kondisi cuaca dengan kemunculan gempa vulkanik dalam.

"Selama ini kami belum bisa menyatukan kondisi curah hujan dengan gempa. Apakah ada efek atau tidak, kami juga belum bisa memastikan. Biasanya saat curah hujan tinggi, asap yang teramati memang terlihat lebih tebal," katanya.

Dia mengatakan PVMBG tetap merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan pengunjung, tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun waspada, serta mematuhi rekomendasi dengan menjauhi radius dua kilometer dari pusat aktivitas," katanya.

Rusdi mengatakan PVMBG dan PGA Slamet terus melakukan pemantauan intensif dan akan segera meninjau kembali tingkat aktivitas Gunung Slamet apabila terjadi perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.

PVMBG meningkatkan status Gunung Slamet dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada sejak tanggal 19 Oktober 2023 karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung tertinggi di Jawa Tengah itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.