Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahulu Usai Ditabrak Tiga Kali

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 15:13 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahulu Usai Ditabrak Tiga Kali Doc: ANTARA/HO-Relawan Info Taruna Samarinda
Ket. Jembatan Mahulu Samarinda kembali ditabrak tongkang batu bara tiga kali dalam kurun 60 hari terakhir.

SAMARINDA -- Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kalimantan Timur mengukur geometri Jembatan Mahakam Ulu, Samarinda untuk memastikan keamanan struktur pasca-insiden tabrakan tongkang pada Minggu (25/1), yang merupakan insiden ketiga kurun 60 hari terakhir.

“Begitu kami mendapatkan informasi dari media sosial, kami langsung melaporkan ke pimpinan dan segera turun ke lapangan pada pukul 10.00 Wita,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim Muhammad Muhran di Samarinda, Minggu.

Dia menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan visual pada infrastruktur yang telah dihantam tongkang sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 60 hari terakhir.

Tim teknis menemukan satu unit fender di sisi Samarinda-Loa Buah dalam kondisi miring, gompal, tergores, hingga mengalami retakan akibat benturan Marine Power 3066.

Pilar delapan dan pilar sembilan jembatan juga tidak luput dari dampak insiden tersebut dengan ditemukan bekas goresan serta bagian beton yang gompal.

Dinas PUPR-Pera Kaltim kini menggandeng tim konsultan untuk memeriksa tingkat kemiringan pilar, kerataan lantai jembatan, hingga kondisi sambungan siar muat.

Data hasil pengukuran geometri tersebut akan dikombinasikan dengan hasil uji dinamis yang sebelumnya sudah dilakukan oleh otoritas terkait pada pekan lalu.

Muhran menekankan bahwa kesehatan struktur jembatan menjadi perhatian utama karena akumulasi benturan berulang dalam rentang waktu yang sangat singkat.

"Kami tengah mempertimbangkan opsi penutupan total bagi kendaraan bertonase besar setelah berkoordinasi dengan pihak KSOP dan Pelindo," katanya.

Langkah mitigasi saat ini difokuskan pada pengamanan pilar di sisi Loa Buah yang dinilai paling berisiko karena sudah tidak memiliki pelindung fender.

"Pembatasan kendaraan di atas delapan ton tetap diberlakukan secara ketat guna meminimalisir beban tambahan pada struktur yang sedang dalam masa evaluasi," kata Muhran.

Pihaknya menambahkan bahwa hasil kajian teknis komprehensif segera disampaikan kepada publik atas kondisi terkini aset vital Kalimantan Timur tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PBB: 58 Negara dan Wilayah Terkontaminasi Ranjau

31 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: 58 Negara dan Wilayah ...
Luar Negeri
Korsel Desak Trump Pimpin P...
Megapolitan
Jakarta Siapkan Diri Menuju...
Ekonomi
Modal Asing masih Selektif ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.