Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kembalikan Fungsinya, Hutan Jangan Diganggu Lagi untuk Cegah Banjir Bandang

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 10:40 WIB | Oleh:
Kembalikan Fungsinya, Hutan Jangan Diganggu Lagi untuk Cegah Banjir Bandang Doc: Antara Foto
Ket. Wali Nagari Guguak Malalo Mulyadi menunjukkan kondisi sabo dam yang rusak akibat terdampak banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (24/1/2026).

 Layanan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Nagari (desa) Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) berangsur pulih setelah dua bulan terdampak bencana.   

"Alhamdulillah berkat kerja sama antara pemerintah dan donatur terutama perantau Minang, layanan pamsimas di Nagari Malalo mulai berangsur pulih," kata Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Mulyadi di Kabupaten Tanah Datar, Minggu.  

Mulyadi menyebutkan di desa tersebut terdapat dua sabo dam yang mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penyediaan kebutuhan air dan sanitasi masyarakat terutama di awal-awal bencana.    

"Sekarang aliran air dari Batang Malalo sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun belum sepenuhnya bisa menjangkau warga," kata dia. 

Pipa air yang dibangun dari sumbangan perantau Minang serta bantuan oleh pemerintah daerah sudah memenuhi sekitar 35 persen dari total sekitar 4.680 lebih jiwa di nagari setempat.

Sementara, masyarakat yang belum teraliri pamsimas dari aliran Batang Malalo masih disuplai secara berkala oleh Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Provinsi Sumbar.  

"Secara berkala PMI datang ke rumah-rumah warga untuk mendistribusikan air bersih," ucapnya.

Bencana banjir bandang yang terjadi di akhir November 2025 menyebabkan dua sabo dam rusak parah. Bahkan, satu di antaranya jebol akibat dihantam terjangan banjir. Masyarakat setempat sangat berharap sabo itu secepatnya diperbaiki karena berdampak langsung kepada kebutuhan air hingga irigasi sawah.

Untuk mencegah potensi banjir bandang susulan akibat penumpukan material berupa batu-batuan besar hingga pohon yang tersangkut di pintu sabo dam, ia bersama masyarakat setempat sudah bergotong royong membersihkan aliran Batang Malalo.

"Di awal-awal itu kita sudah bergotong royong membersihkan pintu sabo dam. Tapi memang belum maksimal karena pekerjaannya sangat berat dan dibutuhkan alat berat."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.