Volatilitas Mengintai, IHSG Tahun Ini di Persimpangan Jalan
Jumat, 23 Jan 2026, 21:05 WIBJAKARTA â Volatilitas yang tinggi di pasar saham mencerminkan meningkatnya ketidakpastian sentimen investor terhadap kondisi ekonomi, kebijakan global, maupun faktor geopolitik.
Fluktuasi tajam harga saham dapat memperbesar risiko jangka pendek, tetapi juga menjadi indikator penting dinamika pasar yang menuntut kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta strategi investasi yang lebih adaptif.
Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami volatilitas yang tinggi sepanjang tahun 2026.
Ia menjelaskan terdapat dua potensi arah pergerakan IHSG sepanjang tahun ini, yaitu penguatan menembus level 10.000 atau berbalik melemah turun ke level 7.500.
âFluktuasi pasar saham akan sangat tinggi di 2026. Arah IHSG itu menuju 10.000, biarpun dengan bear case itu ke 7.500 dalam 12 bulan ke depan. Tapi arahnya naik dengan volatilitas yang sangat tinggi,â ujar Hans Kwee dalam acara âEdukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AIâ di Jakarta, Jumat (23/1).
Sentimen jangka pendek, Ia menjelaskan keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan sangat menentukan sikap pelaku pasar terhadap pasar saham Indonesia ke depan, utamanya investor asing.
Saat ini, MSCI dalam tahap kajian untuk mengubah metodologi perhitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia, yang akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan apabila diberlakukan, akan mulai saat review indeks MSCI pada Mei 2026.
âYang kita cermati dalam jangka pendek adalah rencana perubahan perhitungan free float oleh MSCI terhadap pasar saham khusus Indonesia, di mana salah satunya adalah menghilangkan PT (Perseroan Terbatas) dalam perhitungan free float,â ujar Hans Kwee.
Hans Kwee menilai rencana MSCI tersebut kurang tepat, karena Perseroan Terbatas (PT) selaku investor harusnya tetap masuk dalam kategori investor publik, karena bukan pengendali dari perusahaan yang mereka investasi.
Namun demikian, pihaknya meyakini bahwa MSCI tidak akan memberlakukan rencana perubahan metodologi perhitungan free float tersebut ke pasar saham Indonesia.
âTapi, kami perkirakan MSCI tidak akan melakukan perubahan mekanisme perhitungan free flow Indonesia pada pengumuman dia di akhir Januari,â ujar Hans Kwee.
Sentimen jangka panjang, Hans Kwee menjelaskan bahwa volatilitas IHSG masih akan dipengaruhi oleh tensi geopolitik di tingkat global, utamanya terkait dengan keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Selain itu, juga akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global, serta kekhawatiran terhadap potensi bubble Artificial Intelligence (AI), yang menurutnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, Ia menyebut kebijakan fiskal domestik akan sangat diperhatikan oleh pelaku pasar, yang mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 telah menyentuh defisit 2,92 persen PDB atau mendekat batas yang ditetapkan Undang-Undang (UU) sebesar 3 persen.
Di tengah potensi volatilitas IHSG sepanjang tahun 2026, Ia masih melihat adanya sektor-sektor potensial yang layak untuk dicermati pelaku pasar, diantaranya sektor konsumer hingga komoditas emas.
âRekomendasi kami, kami masih melihat saham big cap menarik, sektor konsumer bagus, energi dan batu bara akan cenderung bagus, dan kemudian komoditas emas dan mining yang terkait nikel, timah, dan lain-lain itu cenderung bagus di tahun 2026,â ujar Hans Kwee.
Data penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/01) sore, IHSG ditutup melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke posisi 873,59.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.319.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,15 miliar lembar saham senilai Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 495 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Rumah Singgah Gratis untuk Pasien Rujukan Warga Lumajang
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.