- Home
-
- Megapolitan
-
- Pramono Anung Ajak Warga J...
Pramono Anung Ajak Warga Jaga Jakarta Tetap Aman dan Kondusif
Selasa, 18 Agu 2026, 00:30 WIBJakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan, kenyamanan dan situasi Jakarta yang kondusif selama momentum peringatan HUT Ke-81 RI.
âBagi Pemerintah DKI Jakarta makna merdeka itu adalah memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat Jakarta agar masyarakat itu merasa dilindungi, merasa aman, merasa terjaga, merasa nyaman dan mereka merasa memiliki kota Jakarta," kata Pramono Anung di Jakarta, Senin (17/8).
Menurut dia kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan pemerintah menghadirkan rasa aman bagi warga.
Ia menekankan pentingnya semangat bersama untuk menjaga Jakarta.
Menurut dia, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab agar Ibu Kota tetap aman dan terkendali.
"Maka spirit untuk 'Jaga Jakarta' ini tetap kita lanjutkan dan mudah-mudahan Jakarta tetap dalam kondisi yang terkendali dengan baik. Aman," kata dia.
Ia juga mengingatkan bahwa makna kemerdekaan saat ini tidak sebatas perjuangan fisik, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengendalikan ego dan membangun ruang dialog.
"Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar, bekerja bersama," katanya.
Sebelumnya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (18/8) dengan Seruan Aksi Merebut Kemerdekaan sehari setelah perayaan HUT Ke-81 RI.
Aksi unjuk rasa tersebut rencananya Bundaran HI, Jakarta Pusat yang diumumkan lewat postingan di akun ig resmi BEM UI @bemui_official.
Sementara Menteri HAM Natalius Pigai menilai pengaturan lokasi aksi bukan berarti menghilangkan hak warga menyampaikan pendapat. Pemerintah dapat menyediakan lokasi alternatif agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa mengganggu kepentingan masyarakat luas.
"Oh iya pengaturan. Bisa. Pemerintah bisa atur. Kalau jalan raya protokol utama tidak boleh, kemudian disediakan akses untuk melakukan penyampaian pendapat di tempat lain, bisa. Namanya juga pengaturan," kata Pigai.
Dengan demikian, semangat kritis mahasiswa tetap dapat disalurkan secara tertib, tanpa mengorbankan kegembiraan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
-
Pengakuan Elkan Baggott soal Indonesia Ini Bikin Fans Timnas Tersentuh
-
Es Antartika Menyusut ke Level Terendah Ketiga, Ilmuwan Peringatkan Dampak Baru
-
Hingga Juli 2026, Pariwisata Indonesia Catatkan Pertumbuhan Positif dengan Resiliensi Tinggi
-
Tujuh Quick Wins Jadi Fokus RKPD Gunungkidul 2028
-
Kedok Toko Kosmetik Terbongkar! Polisi Ringkus 4 Pengedar Obat Terlarang di Jakarta Utara
-
Pawai Khitong Jadi Magnet Baru Wisata Batam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.