Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Setinggi 170 Cm Memaksa Puluhan Warga Cipinang Melayu Mengungsi

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Banjir Setinggi 170 Cm Memaksa Puluhan Warga Cipinang Melayu Mengungsi Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Warga RW 04 Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jakarta Timur, Jumat (23/1).

JAKARTA - Sebanyak 50 warga RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim) akhirnya mengungsi akibat banjir di kawasan itu sejak Kamis (22/1) malam.

"Ada sekitar 50 warga RW 04 Cipinang Melayu yang akhirnya mengungsi karena memang banjir sudah tinggi," kata Ketua RW 04 Cipinang Melayu Yoni Triorama di Jakarta Timur, Jumat.

Menurut dia, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 170 sentimeter (cm) di titik terdalam.

Yoni menyebut, pengungsian warga mulai dilakukan sejak semalam.

Warga mengungsi di dua lokasi pengungsian, yakni Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah.

“Untuk pengungsian, semalam ke Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah. Total pengungsi kurang lebih 50 orang, khusus warga RW 04," ucap Yoni.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 jiwa mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, sementara 20 jiwa lainnya berada di Masjid Al-Hidayah.

Selain pengungsian, katanya, bantuan juga mulai berdatangan yaitu dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta bantuan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Hari ini bantuan sudah masuk dari Damkar, MBG berupa bantuan makanan dan BPBD juga sudah mendirikan tenda. Rencananya pengungsi yang terpecah akan digabungkan di tenda BPBD, supaya lebih mudah pendataan dan koordinasi," jelas Yoni.

Total bantuan makanan dari MBG yang diterima warga RW 04 Cipinang Melayu mencapai 2.270 porsi. Sementara itu, fasilitas di tenda pengungsian saat ini masih terbatas.

"Baru ada tenda dan terpal. Kita masih menunggu bantuan seperti matras dan selimut, serta sudah koordinasi untuk MCK portabel," ujar Yoni.

Terkait kondisi banjir, Yoni menjelaskan genangan air mulai masuk sejak Kamis (22/1) malam akibat luapan Kali Sunter yang dipicu curah hujan tinggi.

Meski sempat surut sekitar 20 hingga 30 sentimeter pada dini hari, air kembali naik menjelang pagi.

"Sekarang malah lebih tinggi dari semalam, bisa sampai 170 cm di titik paling dalam. Dampaknya warga banyak yang kesulitan dan mulai evakuasi mandiri," kata Yoni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.