Pemerintah Prancis Tegaskan Tak Berniat Boikot Piala Dunia
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 09:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
PARIS, PRANCIS — Pemerintah Prancis menegaskan tidak memiliki keinginan untuk memboikot putaran final Piala Dunia tahun ini yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, menyusul polemik ancaman Presiden AS Donald Trump terkait Greenland. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, pada hari Rabu (21/1) malam waktu setempat.
Trump sebelumnya memasukkan Prancis ke dalam daftar delapan negara Eropa yang terancam dikenai tarif, menyusul penolakan mereka terhadap upaya Trump untuk mencaplok Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Situasi itu memicu reaksi keras di Prancis, termasuk dari politisi kiri radikal Eric Coquerel, yang menyerukan agar Amerika Serikat dicoret sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia bersama Kanada dan Meksiko.
“Dalam kondisi saat ini, tidak ada keinginan dari kementerian untuk memboikot kompetisi besar ini,” kata Ferrari. “Saya tidak akan berspekulasi soal apa yang mungkin terjadi ke depan, tetapi saya juga mendengar adanya suara-suara dari sejumlah blok politik,” sambungnya.
Ferrari menekankan pentingnya memisahkan olahraga dari dinamika politik. “Saya termasuk orang yang percaya bahwa olahraga harus dipisahkan dari politik. Piala Dunia adalah momen yang sangat penting bagi para pencinta olahraga,” katanya.
Sebelumnya, Coquerel menyatakan sulit membayangkan Prancis tetap berpartisipasi di ajang sepak bola empat tahunan tersebut jika Trump merealisasikan ancamannya terkait Greenland.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Serius, apakah kita membayangkan pergi bermain Piala Dunia di sebuah negara yang menyerang ‘tetangganya’, mengancam akan menginvasi Greenland, dan mengabaikan hukum internasional?” ujar Coquerel.
Nada serupa juga datang dari sesama warga Prancis, Claude Le Roy, pelatih veteran yang pernah membawa Kamerun menjuarai Piala Afrika 1988. Ia bahkan menyarankan agar negara-negara Afrika mempertimbangkan boikot Piala Dunia yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli.
“Orang bertanya-tanya apakah tidak perlu menyerukan boikot Piala Dunia 2026, mengingat perilaku Donald Trump terhadap benua Afrika,” kata Le Roy (77) kepada harian Figaro.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sikap Prancis ini muncul hanya beberapa jam setelah pemerintah Jerman menyatakan tidak akan mengambil keputusan politik terkait kemungkinan boikot. Menteri Negara Urusan Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein, menegaskan bahwa keputusan semacam itu bukan ranah pemerintah.
“Keputusan terkait partisipasi atau boikot dalam ajang olahraga besar sepenuhnya berada di tangan asosiasi olahraga yang berwenang, bukan politisi,” kata Schenderlein dalam pernyataan kepada AFP.
“Penilaian tersebut harus dilakukan oleh asosiasi terkait, dalam hal ini Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan FIFA.”
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump. Bahkan, Infantino sempat menciptakan ‘FIFA Peace Prize’ khusus yang diberikan kepada Trump pada acara pengundian Piala Dunia pada bulan Desember lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!