- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korsel: Korut Mampu Produk...
Korsel: Korut Mampu Produksi 20 Senjata Nuklir per Tahun
Kamis, 22 Jan 2026, 02:45 WIBSEOUL â Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, pada Rabu (21/1) berkata bahwa Korea Utara (Korut) mampu memproduksi material nuklir yang cukup setiap tahunnya untuk membuat hingga 20 senjata, seraya memperingatkan bahwa ambisi Pyongyang dapat menimbulkan bahaya global.
Pada 2006, Korut melakukan uji coba atom pertamanya yang melanggar resolusi PBB dan kini diyakini memiliki puluhan hulu ledak nuklir.
"Bahkan sekarang, bahan-bahan nuklir yang cukup untuk memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun masih diproduksi di Korut,â kata Presiden Lee kepada wartawan dalam konferensi pers Tahun Baru.
Pada saat yang sama, Korut terus meningkatkan teknologi misil balistik jarak jauhnya yang ditujukan untuk menyerang daratan AS, imbuh Lee.
"Pada suatu saat nanti, Korut akan mengamankan persenjataan nuklir yang diyakininya dibutuhkan untuk mempertahankan rezimnya, bersama dengan kemampuan misil balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mengancam tidak hanya Amerika Serikat (AS), tetapi juga dunia secara lebih luas," ucap dia.
"Dan begitu ada kelebihan, itu akan menyebar ke luar negeri, melampaui batas negaranya. Bahaya global kemudian akan muncul,â imbuh Presiden Korsel itu.
Selama beberapa dekade, Pyongyang membenarkan program nuklir dan misilnya sebagai pencegahan terhadap upaya penggulingan rezim yang dituduhkan terhadap Washington DC dan sekutunya.
Lee mengatakan, sikap pragmatis diperlukan dalam menangani masalah nuklir Korut, dan menambahkan bahwa "pendekatan ala Trump" dapat membantu dalam berkomunikasi dengan Pyongyang.
"Penghentian produksi material nuklir dan pengembangan ICBM, serta penghentian ekspor ke luar negeri, juga akan menjadi keuntungan," kata Lee. "Ini akan menguntungkan semua orang," imbuh dia, seraya mencatat bahwa ia telah menyampaikan argumen tersebut kepada Presiden AS, Donald Trump, dan mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping.
Meskipun Pyongyang telah menolak tawaran dialog Seoul, Lee mengatakan Trump dapat membuka jalan ke depan dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang selama bertahun-tahun telah menunjukkan kedekatannya kepada pemimpin AS tersebut.
"Presiden Trump adalah sosok yang agak unik, tetapi saya pikir sifat itulah yang terkadang bisa menjadi aset penting dalam menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea," kata Lee. "Pendekatan ala Trump tampaknya membantu ketika berbicara dengan Kim dan saya bersedia berperan sebagai penengah dalam proses itu," tegas dia.
Pembelotan Berkurang
Sementara itu dilaporkan pula bahwa upaya pembelotan dari Korut semakin menurun seiring dengan pengetatan cengkeraman rezim. Menurut Kementerian Unifikasi Seoul tercatat hanya 224 pembelot Korut yang memasuki Korsel tahun lalu.
Angka tersebut menandai penurunan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 ketika Pyongyang menutup perbatasannya, dimana lebih dari 1.000 orang biasanya melakukan pembelotan berbahaya ke selatan setiap tahunnya.
Semakin berkurangnya jumlah pembelot membatasi kemampuan komunitas internasional untuk memverifikasi kondisi di dalam negara terpencil tersebut apalagi laporan langsung tetap sangat penting untuk memahami masalah di tingkat akar rumput.
âTentu saja sejak tahun 2020, tetapi sebenarnya sejak tahun 2017, negara itu sendiri perlahan-lahan menjadi tempat di mana tidak ada informasi yang masuk atau keluar,â kata James Heenan, perwakilan di Kantor Hak Asasi Manusia PBB di Seoul. âTanpa informasi, kita tidak bisa menilai apa yang sedang terjadi,â pungkas dia. AFP/CNA/I-1
- Seoul
- Kim Jong Un
- korean won
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, CNA
Berita Terkait:
-
Petugas Ingatkan, Turis ke Taman Komodo Hanya 1.000 Tiap Hari
-
Kabar Bahagia untuk Wisatawan: Masuk ke Korea Selatan Kini Bebas Visa
-
Rapat Kerja Bank Indonesia dengan Komisi XI DPR RI
-
Xi Jinping Kunjungi Korut
-
APKLI Terus Dorong Moratorium Izin Retail Modern
-
Korut Kecam Dokumen Diplomatik Tahunan Jepang
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.