Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Chile Umumkan Keadaan Darurat, Kebakaran Hutan Tak Terkendali Tewaskan 18 Orang

📅 Senin, 19 Jan 2026, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Chile Umumkan Keadaan Darurat, Kebakaran Hutan Tak Terkendali Tewaskan 18 Orang Doc: AFP
Ket. Foto udara memperlihatkan sisa-sisa rumah yang hangus terbakar setelah kebakaran hutan di Concepcion, Chili, pada 18 Januari 2026.

PENCO - Kebakaran hutan yang tak terkendali melanda komunitas di Chile selatan, sedikitnya 18 orang tewas, kata pihak berwenang pada hari Minggu (18/1).

Lebih dari 50.000 orang mengungsi akibat kobaran api yang telah berlangsung selama dua hari di wilayah Nuble dan Biobio, sekitar 500 kilometer selatan Santiago. Kebakaran diperparah oleh angin kencang dan cuaca panas.

"Kami harus mengungsi hanya dengan pakaian yang kami kenakan. Jika kami terlambat 20 menit saja, kami akan terbakar sampai mati," kata Matias Cid, seorang mahasiswa berusia 25 tahun di kota Penco, kepada AFP.

Ia menggambarkan kobaran api yang bergerak cepat sepanjang malam dan melahap rumah-rumah.

Video pasca-kebakaran menunjukkan pemandangan kota yang suram dan kosong dengan rumah-rumah hangus dan truk serta mobil yang terbakar.

Sebagian besar korban jiwa akibat kebakaran hutan di wilayah tersebut sejauh ini terjadi di Penco, kata Walikota Rodrigo Vera.

Presiden Gabriel Boric menyatakan keadaan darurat di Nuble dan Biobio karena hampir 4.000 petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kebakaran hutan—yang berkobar di tengah suhu tinggi musim panas belahan bumi selatan. Perintah tersebut memungkinkan pengerahan angkatan bersenjata untuk membantu memadamkan api.

"Semua sumber daya tersedia," tulis Boric di X.

Presiden melakukan perjalanan ke kota Concepcion yang terdampak parah untuk mengawasi upaya pemadaman kebakaran.

"Kami telah mengkonfirmasi 18 kematian hari ini, tetapi kami yakin jumlah ini akan meningkat," katanya.

Alicia Cebrian, direktur Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, mengatakan sebagian besar evakuasi dilakukan di kota-kota Biobio, Penco dan Lirquen, yang memiliki populasi gabungan sekitar 60.000 orang.

Lirquen, sebuah kota pelabuhan kecil, juga terkena dampak parah, banyak orang menyelamatkan diri dengan bergegas ke pantai, kata warga setempat Alejandro Arredondo (57).

"Tidak ada yang tersisa," katanya sambil mengamati pemandangan yang terbakar, berupa logam dan kayu yang dulunya adalah rumah-rumah penduduk.

Prakiraan cuaca pada hari Minggu buruk bagi petugas pemadam kebakaran -- suhu tinggi dan angin kencang, kata Esteban Krause, kepala badan pelestarian hutan di Biobio.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.