Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sembilan Prajurit Wanita Venezuela Termasuk dari 83 Korban Tewas dalam Penculikan Presiden Maduro

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 00:04 WIB | Oleh:

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel berjabat tangan dengan para demonstran sebelum menyampaikan pidato di mana ia mengatakan Washington telah "membuka pintu menuju era barbarisme, penjarahan, dan neo-fasisme".

“Tidak ada seorang pun di sini yang menyerah,” kata Diaz-Canel. “Kaisar Gedung Putih saat ini dan menteri luar negerinya yang terkenal itu tidak berhenti mengancam saya.”

“Kuba tidak perlu membuat konsesi politik apa pun, dan itu tidak akan pernah menjadi bagian dari negosiasi yang bertujuan untuk mencapai kesepahaman antara Kuba dan Amerika Serikat,” katanya.

“Penting bagi mereka untuk memahami hal ini. Kami akan selalu terbuka untuk dialog dan meningkatkan hubungan antara kedua negara kami, tetapi hanya dengan syarat yang setara dan berdasarkan rasa saling menghormati,” tambahnya.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menuntut agar Kuba mencapai kesepakatan dengannya sebelum "terlambat". Dia tidak menjelaskan jenis kesepakatan apa atau apa yang akan terjadi setelah tenggat waktu yang dia tetapkan.

Trump juga mengatakan bahwa Kuba tidak akan lagi bergantung pada cadangan minyak Venezuela, yang menurut presiden AS telah berulang kali dinyatakan sebagai milik AS.

Havana sangat bergantung pada minyak Venezuela, dan para ahli memperingatkan bahwa jika pasokan menipis, hal itu dapat memiliki konsekuensi bencana bagi Kuba yang kekurangan dana, yang sudah berjuang dengan pemadaman listrik yang parah dan sanksi yang diberlakukan AS selama bertahun-tahun.

Demonstrasi pada hari Jumat di Havana diselenggarakan sehari setelah puluhan ribu warga Kuba berkumpul di markas Kementerian Angkatan Bersenjata di ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada 32 perwira yang tewas saat jenazah mereka tiba dari Venezuela.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

21 menit yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

33 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.