Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hampir 100 Longsor, Magetan Hadapi Ancaman Bencana Sepanjang 2025

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hampir 100 Longsor, Magetan Hadapi Ancaman Bencana Sepanjang 2025 Doc: Antara
Ket. Petugas gabungan BPBD Magetan, TNI, Polri, relawan, dan warga bergotong royong menangani tanah dan lumpur yang longsor menutup jalan di Desa Gonggang dan Genilangit, Kecamatan Poncol, Magetan.

Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur mencatat 99 kejadian tanah longsor melanda wilayah setempat selama 2025 sebagai dampak cuaca ekstrem.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Suparman dalam keterangan di Magetan, Kamis (15/1), mengatakan tanah longsor tersebut terjadi di wilayah lereng Gunung Lawu, yakni Kecamatan Poncol, Plaosan, Panekan, dan Parang.

"Dari empat kecamatan rawan longsor, paling banyak kejadiannya di wilayah Kecamatan Poncol yang mencapai 62 kejadian," kata dia.

Guna mendeteksi dini bencana longsor, BPBD Magetan telah memasang alat early warning system (EWS) di wilayah rawan bencana.

Sesuai data, dari 11 alat EWS yang dimiliki Kabupaten Magetan, sembilan alat merupakan EWS bencana longsor yang dipasang di Kecamatan Poncol dan Plaosan, serta dua alat lainnya merupakan EWS peringatan dini banjir di Kecamatan Kartoharjo.

Ia menyebut secara rinci alat untuk deteksi longsor, antara lain dua EWS di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, dua EWS di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, satu EWS di Desa Ngancar, Plaosan, dua EWS di Desa Dadi, Plaosan, satu EWS di Desa Genilangit, Poncol, dan satu EWS di Desa Cileng, Poncol.

Alat ESW deteksi dini banjir terdapat di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo dan Desa Ngelang, Kecamatan Kartoharjo

Selain pemasangan alat EWS, penanganan bencana longsor dilakukan melalui upaya edukasi dan mitigasi dini, khususnya di wilayah desa tangguh bencana (destana) yang risiko terjadinya bencana alam tersebut cukup tinggi.

BPBD juga meminta warga yang tinggal di daerah rawan longsor, seperti Kecamatan Poncol dan Plaosan, lebih waspada saat hujan deras melanda berjam-jam di daerah setempat.

Warga juga diminta mengantisipasi dampak angin puting beliung dan banjir bandang. Kesiapsiagaan warga di setiap lingkungan perlu terus ditingkatkan sehingga dampak bencana dapat diminimalkan.

Sesuai data, secara total terdapat 238 kejadian bencana melanda Magetan selama 2025, meliputi 107 bencana merupakan kejadian cuaca ekstrem angin kencang, 99 tanah longsor, 17 kejadian merupakan evakuasi pencarian dan pertolongan hewan, tujuh banjir luapan, tujuh kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan, serta satu kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.