Pemprov Sumsel Resmi Luncurkan Wisata Medis, Warga Tak Perlu Lagi Terbang ke Luar Negeri

Selasa, 13 Jan 2026, 19:18 WIB

PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan meluncurkan program program "health tourism" atau wisata medis pada akhir Januari 2026 untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menekan angka warga berobat ke luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Trisnawarman di Palembang, Selasa, mengatakan program wisata medis merupakan instruksi langsung Gubernur Sumsel untuk mengoptimalkan potensi rumah sakit daerah agar mampu bersaing secara nasional hingga internasional.

Ket. Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Trisnawarman. — Sumber: ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

“Pesan Pak Gubernur jelas, kita ingin mempertahankan warga Sumsel agar tidak perlu berobat ke luar negeri. Pelayanan kesehatan di daerah harus menjadi prioritas melalui rumah sakit unggulan yang kita miliki,” katanya.

Ia menjelaskan program wisata medis akan mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar internasional dengan konsep pariwisata. Program tersebut bersifat komersial dan menyasar masyarakat mampu yang membutuhkan layanan kesehatan premium.

“Ini bukan layanan BPJS, tetapi layanan ekstra bagi mereka yang membutuhkan kenyamanan dan kualitas lebih. Harapannya, masyarakat Sumsel maupun dari daerah sekitar seperti Bengkulu dan Lampung tidak perlu lagi ke luar negeri,” jelasnya.

RSUD Siti Fatimah Palembang ditetapkan sebagai pionir dalam pelaksanaan wisata medis dengan tiga layanan unggulan, yakni layanan jantung, ortopedi, dan medical check-up. Ketiga layanan tersebut saat ini masih menunggu sertifikasi dari Kementerian Kesehatan.

Dinas Kesehatan Sumsel juga mendorong rumah sakit daerah lainnya untuk mengembangkan layanan unggulan dengan spesialisasi berbeda, seperti bayi tabung dan layanan ginjal, guna memperkuat daya tarik wisata medis di Sumsel.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.