Pematangan Mitigasi Bencana oleh Kelompok Kerja AMPD di NTB
Selasa, 13 Jan 2026, 23:25 WIBMataram - Kelompok Kerja Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan upaya mitigasi penanggulangan bencana mengingat 11 dari 14 potensi bencana terjadi di provinsi itu.
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) NTB Lalu Dody Setiawan mengatakan untuk mengatasi potensi penanggulangan bencana, maka salah satu pendekatan strategis yang saat ini sedang dikembangkan secara global maupun nasional, yakni aksi antisipasi (AA) atau AMPD.
"Jadi, aksi antisipasi ini, merupakan serangkaian tindakan terencana yang dilaksanakan sebelum terjadinya bencana berdasarkan informasi risiko dan prakiraan cuaca yang dapat dipercaya," ujarnya usai menghadiri rakor kelompok kerja (Pokja) AA/AMPD NTB, Selasa.
Menurut dia, pendekatan AA/AMPD bertujuan untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana melalui intervensi dini di level komunitas maupun kelembagaan. Sebab, sejak tahun 2024, Pemprov bersama dengan berbagai mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional telah mendorong integrasi pendekatan.
"Jadi, antisipasi dalam sistem manajemen risiko bencana di daerah. Makanya, kita bentuk sebuah kelompok Pokja AMPD yang bertugas untuk mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, serta mengembangkan kebijakan dan praktik aksi antisipasi di tingkat provinsi hingga level komunitas di desa," jelasnya.
Lalu Dody menegaskan Pokja AMPD Provinsi NTBÂ berperan penting dalam menjembatani kolaborasi lintas sektor. Selanjutnya, menyusun rencana aksi bersama, serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar-pemangku kepentingan.
Dia menambahkan dalam perjalanannya, Pokja ini telah menginisiasi sejumlah kegiatan penting di NTB sejauh ini. Di antaranya, melakukan koordinasi lintas sektor dalam bertukar informasi untuk mendukung system peringatan dini dalam memperkuat AA/AMPD.
"Selanjutnya, penguatan kapasitas para pihak terkait dengan aksi antisipasi/aksi merespons peringatan dini di level provinsi," ujarnya.
Sementara itu, Wakabid Penanggulangan Bencana (PB) PMI NTB Lalu Madahan menambahkan jika Pokja AMPD NTB saat ini sudah menjadi role model nasional, lantaran pokja yang kepengurusan berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah memiliki SK yang ditandatangani Kepala BPBD NTB.
"Ke depan, kita ingin pokja ini naik status dengan SK bisa ditandatangani Pak Sekda atau sebisa mungkin oleh Pak Gubernur, sehingga kembali lagi menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Teluk Triton dan Pegunungan Arfak Dipoles Jadi Magnet Wisata di Papua Barat
-
POTEK Dance Fest 2026, Ajang Kompetisi Dance Paling Bergengsi di Indonesia!
-
Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026
-
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
-
Pemainn Madrid Berulah di Timnas Brasil, sehingga Sulit Diatur?
-
Wah, di Papua pun Sudah Banyak Mafia Tanah Berkeliaran
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.