Situasi Makin Memanas, Jepang Peringatkan Warganya untuk Tidak Kunjungi Iran

Senin, 12 Jan 2026, 16:08 WIB

TOKYO - Jepang telah meningkatkan peringatan perjalanan untuk Iran dan mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi negara itu sementara waktu, menurut Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.

Imbauan jtu dia sampaikan menyusul data jumlah korban tewas yang meningkat di Iran, di tengah laporan aksi penindakan terhadap protes anti-pemerintah.

"Situasi komunikasi sangat buruk," kata Motegi kepada wartawan pada Minggu saat mengunjungi Israel. Pernyataan itu tampaknya merujuk pada pemadaman telekomunikasi yang berdampak di negara tersebut.

Motegi juga berjanji akan melakukan segala upaya untuk melindungi warga negara Jepang.

Langkah terbaru itu telah menempatkan sebagian besar wilayah Iran, termasuk Teheran, ke Level 3 pada skala peringatan pemerintah, yang merekomendasikan agar masyarakat mereka "menghindari semua perjalanan" ke lokasi tersebut.

Beberapa wilayah perbatasan yang sudah ditetapkan pada Level 4, peringkat paling parah yang mendesak warga di negara tersebut untuk mengungsi, tidak mengalami perubahan.

Kekhawatiran semakin meningkat terkait kerusuhan di Iran, sementara para aktivis hak asasi manusia melaporkan kematian sekitar 500 orang selama protes yang telah menyebar ke seluruh negeri setelah dipicu oleh keluhan ekonomi pada akhir Desember.

Pihak berwenang Iran memutus akses internet pada Kamis, sehingga masyarakat sulit untuk memahami situasi secara menyeluruh.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa militer sedang mempertimbangkan "opsi yang sangat keras" terhadap Iran, dan menyebutkan bahwa "tampaknya ada beberapa orang yang terbunuh padahal seharusnya tidak terbunuh." Ant/Kyodo-OANA

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.