Modal Tambah, Bulog Siap Amankan Beras dan Jagung Nasional
Senin, 12 Jan 2026, 16:20 WIBJAKARTA â Dukungan tambahan dana sebesar Rp39,1 triliun kepada Perum Bulog melalui skema pinjaman Operator Investasi Pemerintah (OIP) berbunga rendah mencerminkan peran strategis negara dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Pembiayaan ini memperkuat kapasitas Bulog dalam mengamankan pasokan empat juta ton beras dan satu juta ton jagung, terutama di tengah risiko volatilitas harga, gangguan iklim, dan ketidakpastian rantai pasok global.
Namun, efektivitas kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh besaran dana, melainkan juga oleh ketepatan waktu serapan, efisiensi pengelolaan stok, serta kemampuan Bulog menyalurkan komoditas secara tepat sasaran agar intervensi pasar benar-benar menekan inflasi pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
"Terkait dengan kesepakatan dari hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), untuk tambahan dana Bulog untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung itu mendapat dukungan Rp39,1 triliun dengan skema pinjaman OIP dengan bunga rendah," ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Senin (12/1).
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menko Pangan dan para menteri terkait mengenai dukungan pinjaman tersebut.
"Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih sekali kepada Bapak Presiden RI dan para menteri dan Pak Menko Pangan apabila Bulog diberi pinjaman yang lunak sehingga tidak terlalu membebani operasional Bulog," katanya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memang berharap ada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan empat juta ton beras pada 2026 agar penyerapan gabah petani optimal dengan pembiayaan efisien.
Rizal mengatakan memang sedang menyiapkan anggaran dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan untuk pembahasan skema pendanaan.
Ia menyebutkan Bulog mendapat target penyerapan pada 2026 mencakup empat juta ton setara beras serta tambahan satu juta ton jagung.
Menurut dia, pembiayaan melalui perbankan Himbara berpotensi menambah beban bunga, sehingga dukungan APBN atau alternatif pendanaan berbiaya rendah dinilai penting menjaga efisiensi pengadaan pangan nasional secara stabil.
Opsi dukungan lain yang dipertimbangkan ialah dana Operator Investasi Pemerintah (OIP) berbunga rendah agar likuiditas terjaga dan serapan beras serta jagung petani tidak terhambat ketika masa panen raya.
Dengan dukungan anggaran memadai, Bulog optimistis pengadaan berjalan lancar, harga pembelian terjaga, petani terlindungi, serta cadangan pangan nasional semakin kuat menyongsong 2026.
- beras bulog
- serapan gabah petani
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ayo! Mudik Lebaran 2026 Pakai Kapal, Pemprov Sultra Siapkan 7.800 Tiket Gratis
-
Peluang “Rebound”Terbuka, 23 Februari 2026
-
Ketahanan Energi: Tiongkok Gelontorkan 1,28 Triliun Yuan untuk Pembangunan Fasilitas Konservasi Air
-
Stok beras Bulog Batam
-
Kejar Target Serap Gabah dan Beras 4 Juta Ton, Bulog Gandeng Pengusaha Penggilingan Padi
-
BGN Siapkan Rapid Test dan Chef Profesional, Kawal Kualitas MBG
-
Mewujudkan Persahabatan Warga Dunia dengan Bahasa Indonesia Lewat Festival Handai Indonesia 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.