Mewujudkan Persahabatan Warga Dunia dengan Bahasa Indonesia Lewat Festival Handai Indonesia 2025
Senin, 27 Okt 2025, 23:55 WIBJakarta - Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 yang digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disiapkan menjadi wadah bagi warga dunia untuk menjalin persahabatan melalui bahasa Indonesia.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin dalam acara puncak pengumuman peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2025 di Jakarta, Senin malam.
Menurut Hafidz, pihaknya bersyukur festival tersebut masih bisa terselenggara tahun ini, karena tujuan utama penyelenggaraan bukan sekadar mencari juara, tetapi dirancang untuk memperkuat diplomasi bahasa Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pemahaman budaya dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam bahasa.
"Bahasa Indonesia sebagai medium pemersatu dan perekat keberagaman. Melalui bahasa Indonesia, warga dunia dapat menjalin persahabatan, merayakan keberagaman, serta membangun saling pengertian dan kerja sama demi perdamaian dan kemakmuran bersama,â kata dia.
Festival Handai Indonesia menjadi ajang apresiasi tahunan bagi pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sejak 2020.
Tahun ini sebanyak 436 peserta dari 60 negara berpartisipasi dalam lima kategori lomba berbahasa Indonesia, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.
Dari seluruh peserta, dewan juri menetapkan 35 nomine terbaik dari 23 negara untuk hadir langsung di Jakarta mengikuti kegiatan apresiasi pada 25â31 Oktober 2025.
Negara-negara tersebut adalah Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman.
Badan Bahasa Kemendikdasmen mengapresiasi seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama para atase pendidikan dan kebudayaan yang berperan dalam mengembangkan program BIPA di berbagai negara.
Menurut Hafidz, kolaborasi diplomasi budaya seperti ini menjadi kunci dalam memperluas pemahaman dunia terhadap Indonesia melalui bahasa.
âFestival ini menjadi simbol bahwa bahasa Indonesia tidak hanya menghubungkan bangsa Indonesia dengan dunia, tetapi juga menghubungkan warga dunia satu sama lain dalam semangat perdamaian dan persahabatan,â ujarnya.
Panitia FHI 2025 mengumumkan untuk lomba bernyanyi, Nindawan Asavataweechok (Thailand) keluar sebagai peserta terbaik pertama, disusul Beatricha Da Costa Araujo (Timor Leste) sebagai peserta terbaik kedua, dan Kristen Elizabeth Spangernberg (Amerika Serikat) peserta terbaik ketiga.
Kemudian, Sundes Ejaz (Pakistan) terpilih sebagai peserta terbaik pertama untuk Lomba Bercerita. Lalu, Firadao Waehama sebagai peserta terbaik pertama Lomba Pantun, dan Angus Asam Wood (Austalia) sebagai peserta terbaik pertama Lomba Pidato FHI 2025.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.