BGN Siapkan Rapid Test dan Chef Profesional, Kawal Kualitas MBG
Selasa, 14 Okt 2025, 09:06 WIBBOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) akan melaksanakan uji cepat (rapid test) di seluruh penyelenggara penyedia pangan bergizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya memperkuat standar kebersihan dan keamanan Program Makanan Bergizi (MBG) sesuai arahan Presiden.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan rapid test tersebut telah melalui tahap uji coba di 10 SPPG dan dalam waktu dekat akan diperluas secara nasional. Langkah ini dilakukan untuk menjamin makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya anak sekolah, benar-benar aman dan higienis.
âIni bagian dari perintah Presiden agar setiap SPPG siap menjalankan uji kebersihan. Nomor vendor sudah kami edarkan dan minggu ini pengadaan akan dilakukan secara serempak,â kata Dadan dalam kegiatan Konsolidasi Regional MBG di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Menurut Dadan, pihaknya telah menyiapkan 10 hingga 15 vendor resmi untuk menyediakan alat rapid test kepada seluruh SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah. Uji cepat ini menjadi salah satu instrumen utama dalam standardisasi pengawasan gizi dan kebersihan pangan.
Ia menambahkan kebijakan rapid test merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga mutu dan kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. Dengan adanya uji cepat, setiap penyedia layanan akan memiliki data kesehatan dan kebersihan yang terukur.
Selain itu BGN juga berencana menugaskan 5.000 juru masak profesional yang tergabung dalam International Chef Association untuk mendampingi seluruh SPPG baru selama sedikitnya lima hari.
âPara juru masak ini akan membantu proses pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengiriman makanan agar sesuai standar gizi dan higienitas,â jelas Dadan.
Ia menegaskan pendampingan oleh tenaga profesional diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan mengikuti prinsip keamanan pangan dan standar gizi yang ditetapkan.
BGN juga tengah menyiapkan dukungan anggaran besar untuk memperkuat pelaksanaan Program MBG tahun depan. Pada 2026 total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp335 triliun, terdiri dari Rp268 triliun pagu utama dan Rp67 triliun dana siap pakai.
âDengan dukungan anggaran yang kuat dan sistem pengawasan yang ketat, kami ingin memastikan seluruh masyarakat memperoleh manfaat Program MBG dengan kualitas terbaik,â ujarnya.
Dadan menegaskan kombinasi antara teknologi pengujian, pendampingan profesional, dan dukungan fiskal akan menjadi pilar utama keberhasilan program MBG secara nasional.
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Mahasiswa FIK UI Ajarkan Cuci Tangan kepada 200 Anak Migran Myanmar di Thailand
-
Bazar Gerakan Pangan Murah Lebak Diserbu Warga, Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat
-
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Janji Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
-
Rayakan HUT ke-499 Jakarta di Monas, Pramono Singgung Tantangan Sampah dan Banjir
-
Ndarboy Gank Meriahkan Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan “Kicau Mania"
-
Semoga Makin Banyak Dikunjungin Wisatawan, Festival Bunga Jadi Wadah Promosi Pariwisata
-
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.