Peluang “Rebound”Terbuka, 23 Februari 2026

Senin, 23 Feb 2026, 08:35 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami rebound dalam perdagangan awal pekan ini setelah sempat terkoreksi pada Jumat lalu. Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati data jumlah uang beredar atau likuiditas perekonomian dan laporan keuangan emiten.

Phintraco Sekuritas melihat pasar akan menantikan rilis data Money Sup­ply M2 dan kelanjutan earning season kuartal IV-2025 serta mengantisipasi aksi korporasi pemba­gian dividen tahun buku 2025. Karenanya, Phintraco Seku­ritas dalam ulasan akhir pekan lalu memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (23/2), bakal bergerak konsoli­dasi pada kisaran level 8.200-8.350.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2) sore, ditutup melemah 2,31 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,77 seiring meningkatnya risiko tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Te­ngah. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,99 poin atau 0,12 persen ke posisi 835,28.

“Jelang akhir pekan, IHSG di zona melemah seiring sen­timen eksternal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia melemah di te­ngah peningkatan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Pelaku pasar mempertimbangkan risiko geopolitik, yang mana ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Pre­siden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu 10-15 hari untuk pembicaraan kesepakatan nuklir

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.