Sosialisasi dan Edukasi Antisipasi Penyebab Virus Superflu di Kota Bengkulu
Minggu, 11 Jan 2026, 22:45 WIBKota Bengkulu - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran virus Superflu di wilayah tersebut.
"Pemerintah mengambil langkah proaktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya lonjakan kasus Superflu di Kota Bengkulu di masa mendatang," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelli Hartati di Bengkulu, Minggu.
Ia mengatakan saat ini kasus Superflu di Kota Bengkulu belum ditemukan, namun pihaknya berupaya untuk mengantisipasi virus tersebut. Untuk itu masyarakat harus memahami perbedaan mendasar agar tidak terjadi kepanikan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Sebab, kata dia, penyakit Superflu secara klinis memiliki karakteristik yang berbeda dari virus influenza musiman biasa, karena memiliki tingkat keparahan yang tinggi.
"Secara gejala memang mirip dengan flu pada umumnya, namun pada kasus Superflu, tingkat keparahannya jauh lebih tinggi. Pasien biasanya akan mengalami demam tinggi yang persisten, nyeri otot yang sangat hebat, hingga kelelahan ekstrem yang membuat aktivitas lumpuh total," ujar dia.
Nelli menerangkan untuk durasi sakit bagi penderita Superflu dilaporkan jauh lebih panjang. Jika flu biasa umumnya mereda dalam tiga hingga lima hari, kata dia, namun Superflu dapat bertahan lebih lama dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan medis yang tepat.
Oleh karena itu pihaknya meminta seluruh jajaran tenaga kesehatan di Kota Bengkulu, mulai dari puskesmas dan lainnya, agar mulai siaga serta melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Saat ini di Kota Bengkulu belum ada laporan adanya masyarakat terpapar Superflu. Meski demikian kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jangan menunggu sakit, cegahlah dengan cara menjaga imunitas tubuh, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup," sebut Nelli.
Berikut upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari penyebaran virus Superflu yaitu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah ataupun saat merasa kurang sehat.
Rutin mencuci tangan menggunakan sabun ataupun hand sanitizer, melakukan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan lainnya, serta mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi lebih dari dua hari yang disertai nyeri otot hebat.
- Superflu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Demi Kenyamanan dan Keindahan, Pemkot Bandung Segera Tertibkan Reklame Ilegal
-
Legenda Sepak Bola Maman Abdurrahman Ungkap Alasan Jadi Pemain Profesional Kini Lebih Mudah
-
Inspektorat Jenderal Kemendagri Nyatakan Mutasi Kepsek di Prabumulih Atas Perintah Wali Kota Langgar Ketentuan
-
Indosat, ITA, dan Tsinghua University Berkolaborasi Bentuk AI Application Cooperation Center untuk Perkuat Ekosistem AI Indonesia
-
Kemenkes Catat 62 Kasus Superflu, Masyarakat Diimbau PHBS dan Vaksinasi
-
Percepatan Transisi Rendah Karbon pada Sektor Bangunan di Indonesia Melalui Pedoman Pengadaan Hijau
-
PNJ Kenalkan Modul Pembangkit Listrik Tenaga Angin pada Siswa dan Guru SDN 01 Pulau Tidung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.