- Home
-
- Luar Negeri
-
- Radar NASA Mendeteksi Pang...
Radar NASA Mendeteksi Pangkalan Militer Rahasia yang Terkubur di Bawah Lapisan Es Greenland
Minggu, 11 Jan 2026, 03:08 WIBFLORIDA - Secara kebetulan, tim NASA (National Aeronautics and Space Administration) menemukan pangkalan militer Amerika Serikat yang telah lama hilang dan terkubur jauh di bawah lapisan es Greenland. Tersembunyi selama lebih dari enam puluh tahun, sisa-sisa pangkalan tersebut ditemukan kembali berkat radar udara eksperimental yang dirancang untuk memetakan lapisan medan beku.
Dilansir oleh Futura, pada tahun 1959, Angkatan Darat AS membangun pangkalan rahasia di bawah lapisan es Greenland. Secara resmi dipresentasikan sebagai proyek penelitian ilmiah, Camp Century sebenarnya adalah inisiatif Perang Dingin yang bertujuan untuk menempatkan rudal nuklir Amerika lebih dekat ke wilayah Soviet. Hingga enam ratus hulu ledak direncanakan untuk ditempatkan di silo di bawah es â meskipun tidak satu pun yang pernah ditempatkan. Pada tahun 1964, es yang mencair sudah mengancam untuk menghancurkan 21 terowongan pangkalan tersebut, memaksa pangkalan itu ditinggalkan. Proyek tersebut tetap dirahasiakan hingga tahun 1997 dan, meskipun sesekali dipantau, sebagian besar telah terlupakan â hingga sekarang.
Pada bulan April tahun ini, awak NASA terbang di atas Greenland barat laut dengan pesawat Gulfstream III untuk menguji radar baru yang mampu melakukan pemetaan spasial. Para insinyur menggunakan sistem tersebut untuk memetakan beberapa lapisan lapisan es hingga ke batuan dasarnya. Awalnya dirancang untuk Antartika, radar ini akan membantu para ilmuwan mengukur ketebalan lapisan es dan memperkirakan kenaikan permukaan laut di masa depan. Tetapi selama penerbangan uji coba, radar tersebut mendeteksi massa yang terkubur di bawah es â Camp Century yang legendaris, yang pernah dijuluki "kota di bawah es." Awalnya, tim tersebut tidak menyadari apa yang telah mereka temukan.
Peta Camp Century, juga dikenal sebagai "kota di bawah es." Di bagian atas, Anda dapat melihat struktur yang memberi daya pada kamp menggunakan reaktor nuklir mini. Terowongan tersebut menyediakan akses ke berbagai area tempat tinggal dan kerja. Awalnya dimaksudkan untuk menampung rudal nuklir, pangkalan tersebut akhirnya digunakan untuk mengekstrak inti es pertama untuk mempelajari evolusi iklim selama lebih dari 100.000 tahun. Â
Ancaman polusi tersembunyi?
Pangkalan Perang Dingin ini, yang pernah diyakini akan muncul kembali karena pemanasan global, masih terletak sekitar 100 kaki di bawah permukaan. Namun, uji radar berhasil menghasilkan peta visual sisa-sisa struktur tersebut. Radar penembus tanah bekerja dengan mengirimkan gelombang radio ke dalam tanah dan mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan gelombang tersebut untuk memantul kembali. Sistem ini juga dapat mengungkapkan lapisan es bagian dalam dan fondasi batuan di bawahnya, menciptakan gambar 2D yang tepat dari apa yang ada di bawahnya.
Radar baru NASA melangkah lebih jauh â menangkap data dari berbagai sudut untuk menghasilkan rekonstruksi 3D lengkap. Ketika para peneliti membandingkan peta radar baru dengan rencana asli Camp Century, mereka dapat menentukan terowongan dan instalasi utama. Kamp tersebut pernah berfungsi sebagai kota mini, lengkap dengan rumah sakit, teater, gereja, dan toko. Listrik, pemanas, dan airnya berasal dari reaktor nuklir kecil. Kini, penemuan kembali tersebut menimbulkan kekhawatiran lingkungan yang serius: ketika es yang mencair akhirnya menyingkap pangkalan tersebut, semua limbah kimia, biologis, dan radioaktif yang terkubur di dalamnya dapat muncul kembali â kecuali jika seluruh struktur tersebut tenggelam lebih dalam ke kedalaman es Greenland.
- Invasi AS-Greenland
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS Sedang Bernegosiasi dengan Denmark Perluas Pangkalan Militer di Greenland
-
Kemenekraf dan IAI Bahas Peran Arsitektur dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Kirim Spesialis Pertempuran Gunung, Kloter Pasukan Khusus Eropa Pertama Tiba Di Greenland
-
Siklon Harry Hantam Italia: Sisilia, Sardinia, dan Calabria Lumpuh Total
-
Pelindo: 73 Kapal Pesiar Mewah Bakal Sandar di Pelabuhan Benoa Bali Tahun Depan
-
Program Penghapusan PBB-P2 Kota Depok Mencapai Rp8,8 Miliar
-
Tunggu Giliran, Gedung Putih Sebut Operasi Militer untuk Kuasai Greenland Selalu Jadi Pilihan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.