Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua Doc: AFP
Ket. Junta Myanmar membuka pemungutan suara pada fase kedua dari pemilihan tiga bagian yang dijadwalkan berakhir pada 25 Januari 2026

KAUWHMU - Junta Myanmar membuka pemungutan suara fase kedua pada hari Minggu (11/1), melanjutkan pemilu yang menurut pengawas demokrasi memungkinkan militer untuk memperpanjang kekuasaannya dengan kedok sipil.

Angkatan bersenjata telah memerintah Myanmar selama sebagian besar sejarah pasca-kemerdekaan negara itu, sebelum kekuatan warga sipil mengambil alih kendali dalam gelombang reformasi.

Namun militer merebut kembali kekuasaan dalam kudeta tahun 2021, membatalkan hasil pemilihan sebelumnya, menahan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi, dan menjerumuskan Myanmar ke dalam perang saudara.

Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 6.00 pagi hari Minggu di daerah pemilihan Suu Kyi sebelumnya, Kawhmu, sekitar 25 kilometer selatan kota Yangon, menurut pengamatan wartawan AFP.

Petani Than Than Sint mengakui "banyak masalah" yang dihadapi negara itu, dan mengatakan kepada AFP bahwa ia memilih untuk memenuhi kewajiban sipilnya dan menginginkan perdamaian di Myanmar.

"Kita tahu itu tidak akan terjadi segera. Tapi kita perlu melangkah selangkah demi selangkah demi generasi mendatang," kata pria berusia 54 tahun itu setelah keluar dari TPS di sebuah sekolah dasar di Kawhmu.

"Saya pikir keadaan akan membaik setelah pemilihan," tambahnya.

Setelah memerintah dengan kekerasan selama lima tahun, junta berjanji pemilihan tiga tahap, yang akan berakhir pada 25 Januari, akan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.

Namun Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) -- yang oleh banyak analis digambarkan sebagai proksi utama militer -- memenangkan hampir 90 persen kursi di majelis rendah pada fase pertama akhir bulan lalu.

Suu Kyi yang tersingkir dan partainya yang sangat populer dibubarkan, para pendukung demokrasi mengatakan pemilu telah dimanipulasi melalui daftar calon yang diisi oleh sekutu militer dan penindakan terhadap perbedaan pendapat.

Jajak Pendapat yang “Direkayasa”

Tahap pertama memiliki tingkat partisipasi sekitar 50 persen, jauh di bawah angka sekitar 70 persen pada pemilu 2020 ketika sebagian besar pemilih mendukung partai Suu Kyi.

Pemungutan suara tidak berlangsung di wilayah-wilayah besar yang dikuasai oleh faksi-faksi pemberontak, yang dituduh oleh militer melakukan serangan pesawat tak berawak, roket, dan bom pada akhir pekan fase pertama pemilihan, yang menewaskan lima orang.

Para analis mengatakan junta mengatur pemilu ini untuk membersihkan citranya, bertujuan untuk memperbaiki hubungan diplomatik, meningkatkan investasi asing, dan melemahkan momentum pemberontak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.