Angkatan Darat Jepang Mulai Gunakan Anjing Robot dalam Latihan Serangan di Garis Depan

Minggu, 11 Jan 2026, 18:26 WIB

TOKYO - Pasukan Bela Diri Darat Jepang atau Japan’s Ground Self-Defense Force (GSDF) mengerahkan drone robot berkaki empat selama latihan serangan udara Januari 2026 yang dilakukan oleh Brigade Lintas Udara ke-1, menandai pertama kalinya unit tersebut mengintegrasikan kendaraan darat tanpa awak ke dalam pelatihan penurunan tahun baru tahunannya.

Dari Defence Blog, menurut rekaman latihan yang disiarkan di Jepang, latihan tersebut menampilkan elemen penyerangan yang diterjunkan dari dua helikopter CH-47J, di mana dua kendaraan darat tak berawak berkaki empat Ghost Robotics digunakan untuk mendukung pasukan pendaratan.

Ket. Foto: Pasukan Bela Diri Darat Jepang menggunakan dua Ghost Robotics dal latihan serangan Brigade Lintas Udara ke-1 yang melibatkan helikopter CH-47J, mencerminkan langkah Jepang untuk mengintegrasikan sistem tanpa awak ke dalam operasi udara dan respons cepat. — Sumber: Istimewa

GSDF menyatakan dalam keterangan siaran bahwa robot-robot tersebut digunakan untuk "pengintaian oleh UGV." Rekaman tersebut menunjukkan platform robot bergerak di depan tentara yang berjalan kaki saat mereka maju melintasi lapangan terbuka.

Pasukan Jepang telah mengadopsi drone Robodog-kun ini untuk misi seperti pertahanan lapangan terbang, dukungan serangan, dan skenario penyisipan helikopter di mana pengintaian darat cepat diperlukan di lingkungan yang berbahaya. Selama demonstrasi, robot-robot tersebut diposisikan di depan tim penyerang untuk mengidentifikasi ancaman sebelum pasukan maju.

Platform berkaki empat Ghost Robotics dirancang sebagai kendaraan darat tak berawak ringan yang mampu melintasi medan yang tidak rata, membawa sensor, dan menyediakan pengawasan waktu nyata untuk mengurangi risiko terhadap personel. GSDF telah mengevaluasi sistem robot di beberapa unit sebagai bagian dari upaya modernisasi yang lebih luas yang berfokus pada pertahanan pulau dan operasi respons cepat.

Brigade Lintas Udara ke-1, pasukan penyerangan lintas udara utama Jepang, mengadakan pelatihan pendaratan publik tahunan setiap bulan Januari untuk memamerkan kemampuan penyisipan gabungan, termasuk serangan udara helikopter, manuver darat, dan sistem pendukung terintegrasi. Acara tahun ini menyoroti upaya berkelanjutan GSDF untuk menggabungkan sistem tanpa awak ke dalam operasi garis depan.

Penggunaan robot berkaki empat selama latihan penyisipan udara menggarisbawahi tujuan Jepang untuk memperkuat kesadaran situasional di zona pendaratan yang diperebutkan atau berisiko tinggi, khususnya di lingkungan pulau terpencil di mana deteksi ancaman dini sangat penting.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.