Celios: Tanpa Transisi ke Formal, Program Magang Bergaji UMP Hanya Fatamorgana, Perusahaan Harus Serius Rekrut Jadi Karyawan Tetap

Jumat, 19 Sep 2025, 20:25 WIB

JAKARTA – Program magang bergaji setara UMP dapat menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja muda.

Skema ini memberi insentif finansial yang layak bagi peserta, sekaligus memastikan pengalaman kerja yang relevan dengan dunia usaha.

Ket. Foto: Ilustrasi-Program magang kerja. — Sumber: Istimewa.

Namun, efektivitasnya bergantung pada desain pengawasan agar tidak disalahgunakan sebagai tenaga kerja murah, sehingga tujuan utama mencetak SDM kompeten dan berdaya saing tetap tercapai.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar menilai program magang bergaji upah minimum provinsi (UMP) harus bisa mempercepat transisi ke akses pekerjaan formal yang laik.

“Harapannya (program ini bisa dibarengi) insentif-insentif lainnya yang memungkinkan ada dukungan terhadap pencari kerja, job matching, misalkan, atau yang pada prinsipnya mendorong transisi ke pekerjaan formal itu lebih cepat,” kata Wahyudi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (19/9).

Adapun program magang bergaji UMP ini masuk dalam paket stimulus ekonomi 8+4+5 pemerintah, yang secara umum diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Wahyudi menilai program magang ini menarik bagi lulusan baru (fresh graduate) agar bisa memberikan pengalaman kerja sekaligus dihargai dengan upah, mengingat masih banyak praktik magang yang eksploitatif atau tidak dibayar.

“Idealnya ini bisa membantu kelompok khususnya generasi Z yang saat ini mungkin juga terdampak signifikan karena situasi ekonomi melambat, uang jajan dari orang tua mungkin terus mengalami pengurangan, terlebih lagi ketidakpastian masa depan mereka karena ketiadaan lapangan kerja,” jelas dia.

Namun, Wahyudi juga mengingatkan bahwa program ini harus dibarengi dengan strategi lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha, agar sifatnya tidak sementara dan benar-benar berdampak untuk mengurangi angka pengangguran muda.

“Jangan sampai malah hanya sekadar menunda penganggurannya karena magang 6 bulan itu kalau kemudian nanti tidak dilanjutkan menjadi pekerja tetap, ya berarti tidak ada kelanjutan dan bisa jadi orang yang sama akhirnya hanya pindah dari satu magang ke magang lainnya,” kata dia.

“Lalu, program ini harus lintas sektor, kerja sama dengan dunia usaha. Jangan sampai nanti program magang ini dipaksakan begitu saja. Dunia usaha dipaksa, tapi dunia usaha kemudian tidak bekerja sama,” imbuhnya.

Wahyudi mengatakan, pemerintah dan dunia usaha memiliki peran penting untuk membangun program magang yang baik dan bisa menghasilkan keterampilan yang relevan untuk para pemagang.

Sementara itu, program magang untuk lulusan baru perguruan tinggi ini ditargetkan dimulai pada kuartal keempat tahun 2025, dengan kuota peserta sebanyak 20 ribu orang.

Selama proses magang tersebut, mereka akan mendapatkan uang saku sebesar UMP Rp3,3 juta per bulan, dan diberikan selama periode 6 bulan magang.

Pemerintah memperkirakan 10 persen dari keseluruhan fresh graduate perguruan tinggi dapat langsung diserap oleh lapangan kerja melalui program magang link-and-match ini.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.