Waspada Superflu! Sekolah Perlu Terapkan Lagi Protokol Kesehatan
Sabtu, 10 Jan 2026, 09:12 WIBJAKARTA - Kasus influenza A (H3N2) atau yang dikenal sebagai superflu meningkat di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sekolah diminta kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan pendidikan.Â
âPeningkatan kasus superflu tidak boleh dianggap sepele. Sekolah merupakan ruang publik dengan intensitas interaksi yang tinggi, sehingga berpotensi menjadi tempat penularan penyakit. Karena itu, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar penyebaran tidak semakin meluas,â ujar Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief dalam rilis persnya, Jumat (9/1/2025).
Habib menegaskan, anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap penyakit menular, termasuk superflu. Lingkungan sekolah yang padat aktivitas menuntut adanya perlindungan ekstra agar hak anak untuk belajar dalam kondisi aman dan sehat tetap terjaga.
Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dasar seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan harus kembali dibiasakan dalam aktivitas belajar mengajar.
âMasih banyak sekolah yang memiliki fasilitas cuci tangan di pintu masuk sekolah maupun ruang kelas. Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar formalitas,â jelasnya.
Habib mendorong sekolah untuk membiasakan siswa mencuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai. Selain itu, pengawasan dari guru dan pihak sekolah dinilai penting agar kebiasaan hidup bersih dan sehat benar-benar diterapkan secara konsisten.
Selain mencuci tangan, penggunaan masker juga dinilai efektif untuk menekan risiko penularan virus. âMasker dapat membantu mencegah penyebaran virus penyebab demam, nyeri sendi, dan gejala superflu lainnya,â katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam upaya pencegahan. Menurut Habib, siswa yang sedang sakit seharusnya tidak dipaksakan untuk berangkat ke sekolah.
âKesadaran orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak sakit, sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke siswa lain,â tegasnya.
Lebih lanjut, Habib menilai sosialisasi mengenai superflu perlu digencarkan, baik kepada siswa, tenaga pendidik, maupun orang tua. Edukasi yang tepat akan membantu mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kewaspadaan.
âIni bukan untuk menakut-nakuti, melainkan langkah perlindungan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman, nyaman, dan sehat,â ujarnya.
Sebagai langkah jangka menengah, Habib mendorong Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah-sekolah.
âVaksinasi merupakan bentuk pencegahan yang terbukti efektif. Kami berharap ada sinergi lintas kementerian agar program vaksinasi influenza bagi siswa bisa segera direalisasikan,â katanya.
- Superflu
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Indosat, ITA, dan Tsinghua University Berkolaborasi Bentuk AI Application Cooperation Center untuk Perkuat Ekosistem AI Indonesia
-
Percepatan Transisi Rendah Karbon pada Sektor Bangunan di Indonesia Melalui Pedoman Pengadaan Hijau
-
Demi Kenyamanan dan Keindahan, Pemkot Bandung Segera Tertibkan Reklame Ilegal
-
PNJ Kenalkan Modul Pembangkit Listrik Tenaga Angin pada Siswa dan Guru SDN 01 Pulau Tidung
-
Kemenkes Catat 62 Kasus Superflu, Masyarakat Diimbau PHBS dan Vaksinasi
-
Inspektorat Jenderal Kemendagri Nyatakan Mutasi Kepsek di Prabumulih Atas Perintah Wali Kota Langgar Ketentuan
-
Legenda Sepak Bola Maman Abdurrahman Ungkap Alasan Jadi Pemain Profesional Kini Lebih Mudah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.