OJK Kirim Sinyal ke Direksi Baru BEI: Perkuat Tiga Fondasi Pasar Modal

Jumat, 09 Jan 2026, 21:15 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pesan strategis menjelang pergantian jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini dengan menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan.

Tiga agenda utama yang perlu diperkuat mencerminkan fokus OJK pada pendalaman pasar, penguatan tata kelola, serta perlindungan investor di tengah dinamika pasar yang kian kompleks.

Ket. Foto: Ilustrasi - Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). — Sumber: Antara.

Penekanan ini menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan di BEI diharapkan tidak sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi momentum untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat (9/1), mengamini bahwa pada tahun ini akan berlangsung proses pencalonan dan pemilihan Direksi BEI.

“OJK melihat bahwa ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. Harapan kami, proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta akuntabel,” kata Inarno.

Agenda strategis pertama yang perlu diperkuat yakni peningkatan integritas dan perlindungan investor.

Hal ini termasuk melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif untuk memitigasi praktik perdagangan tidak wajar serta menjaga pasar yang adil dan transparan.

Kedua, mendorong pendalaman pasar melalui pengembangan dari sisi supply maupun demand, melalui pengembangan produk lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, dan peningkatan jumlah investor khususnya investor institusi domestik maupun global.

Ketiga, memperkuat ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber mengingat semakin digitalnya proses perdagangan atau transaksi di pasar modal Indonesia.

“Tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting,” ujar Inarno.

Ia pun menegaskan bahwa ke depan, OJK juga terus berkolaborasi dengan BEI sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas dan tangguh.

Sebagai informasi, masa jabatan jajaran Direksi BEI periode 2022- 2026 akan berakhir pada Juni 2026, yang mana dipastikan proses pemilihan direksi terbaru segera dimulai sesuai ketentuan OJK.

Jajaran Direksi BEI yang diangkat dalam RUPS pada 29 Juni 2022 dan menjabat hingga saat ini antara lain Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik.

Kemudian ada Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang, serta Direktur Keuangan, SDM dan Umum Risa Effennita Rustam.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.